Gereja dan harmoni sosial : peran Gereja Kristen Jawa (GKJ) Moga dalam merawat toleransi antarumat beragama di Desa Banyumudal Pemalang
Karimatussya'fi, Ita (2025) Gereja dan harmoni sosial : peran Gereja Kristen Jawa (GKJ) Moga dalam merawat toleransi antarumat beragama di Desa Banyumudal Pemalang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2104036047_Ita_Karimatussya_Fi.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (4MB)
Abstract
Kerukunan antarumat beragama menjadi tantangan krusial dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Perselisihan berlatar belakang agama sering kali mucnul akibat kesalahpahaman, stereotip, serta minimnya interaksi antar kelompok iman. Dalam konteks ini, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Moga di Desa Banyumudal, Pemalang, menunjukkan kontribusi yang strategis dalam merawat nilai-nilai toleransi dan membangun harmoni sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Gereja Kristen Jawa (GKJ) Moga dalam merawat toleransi antarumat beragama di Desa Banyumudal, Kabupaten Pemalang. Latar belakang penelitian ini berpijak pada realitas bahwa keragaman agama di Indonesia masih menyimpan potensi konflik dan gesekan sosial, terutama jika tidak diimbangi dengan pemahaman yang inklusif dan pernghormatan antarumat beragama. Dalam hal ini, gereja dipandang tidak hanya sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai aktor sosial yang berkontribusi aktif dalam menciptakan harmoni di tengah masyarakat yang plural. Penelitian ini menggunakan teori fungsionalis struktural oleh Talcott Parsons dengan dengan menggunakan model AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pendeta, jemaat GKJ Moga, tokoh masyarakat agama Islam, serta dokumentasi kegiatan lintas iman. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, GKJ Moga berperan aktif dalam membina kehidupan beragama yang damai dan toleran. Gereja secara aktif membuka ruang inklusif, menjalin hubungan antar tokoh agama, menanamkan nilai toleransi dalam pendidikan komunitas gereja, berkontribusi aktif dalam kegiatan sosial, membangun kepedulian lintas agama melalui aksi sosial, yang mengedepankan nilai kasih dan penghargaan terhadap perbedaan. Kedua, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi oleh gereja, baik internal seperti sikap inferior, sikap canggung, maupun eksternal seperti diskriminasi, stereotip atau prasangka buruk (curiga) prasangka sosial. Meski demikian, melalui dialog terbuka, pendidikan lintas iman, dan kerja sama sosial, GKJ Moga menunjukkan perannya sebagai agen pembawa harmoni sosial di tengah kemejemukan masyarakat Banyumudal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Harmoni sosial; Kerukunan antarumat beragama; Gereja Kristen Jawa; Toleransi |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 201 Religious mythology, general classes of religion, interreligious relations and attitudes, social theology |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76234 - Studi Agama-agama |
| Depositing User: | Gilang D. Wibowo |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 04:55 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 04:55 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29235 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
