Nusyūz suami dalam Tafsir al-Munir karya Wahbah Zuhaili : pendekatan analisis wacana kritis

Adawiyah, Ramadini Robiatul (2024) Nusyūz suami dalam Tafsir al-Munir karya Wahbah Zuhaili : pendekatan analisis wacana kritis. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2104026002_Ramadini_Robiatul_Adawiyah] Text (Skripsi_2104026002_Ramadini_Robiatul_Adawiyah)
Skripsi_2104026002_Ramadini_Robiatul_Adawiyah.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bermula dari munculnya stigma masyarakat mengenai sikap nusyūz yang selalu diarahkan hanya kepada istri. Padahal pada kenyataannya dalam Al-Qur’an nusyūz dijelaskan dari dua sisi, yaitu nusyūz suami Q.S an-Nisā’ ayat 128 dan nusyūz istri Q.S an-Nisā’ ayat 34. Hal ini membuktikan bahwasannya suami juga bisa berpotensi melakukan nusyūz. Berdasarkan bukti tersebut, peneliti bermaksud untuk meneliti bagaimana konsep nusyūz suami menurut Wahbah Zuhaili dalam Tafsir al-Munir dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis guna mengetahui alasan atau latar belakang bagaimana penafsiran itu lahir. Pada penelitian ini, akan dibahas tentang bagaimana Wahbah Zuhaili menginterpretasikan ayat yang berkaitan dengan nusyūz suami, yakni Q.S al-Nisā' ayat 128, serta analisis wacana kritis terkait penafsiran Wahbah Zuhaili mengenai ayat tersebut. Untuk melakukan penelitian ini, peneliti mengaplikasikan metode kualitatif dan termasuk dalam kategori penelitian pustaka, di mana pengumpulan data dilakukan dengan mencari serta menelusuri berbagai kitab, buku, dan jurnal yang terkait dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interpretasi Wahbah Zuhaili mengenai nusyūz suami dalam Q.S al-Nisā' ayat 128 mengacu pada perilaku suami yang menolak istri; tidak lagi memenuhi kebutuhan fisik maupun emosional seperti seharusnya; tidak memperlakukan istrinya dengan kasih sayang, perhatian, dan kelembutan; melukai istrinya dengan kata-kata dan tindakan yang kasar. Sementara itu, analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk yang digunakan dalam menganalisis tafsir al-Munīr mencakup lima aspek utama, yaitu pertama tindakan, artinya dalam menafsirkan al-Qur’an Wahbah Zuhaili bertindak untuk mempengaruhi pemahaman masyarakat mengenai Al-Qur’an. Kedua dalam hal konteks yakni dipahami dengan latar belakang pendidikan Wahbah Zuhaili itu sendiri yang mengenyam pendidikan dari mulai S1 hingga S3 dengan jurusan hukum Islam atau fikih. Ketiga pada sisi historis atau sejarah yang melatarbelakangi penulisan Tafsir al-Munīr. Keempat kekuasaan yaitu peran penting yang dimiliki Wahbah Zuhaili menjadikan kitab tafsirnya lebih mudah diterima dan dijadikan sebagai pedoman oleh masyarakat. Kelima ideologi, hal yang penting untuk diperhatikan selain jenjang pendidikan mufassir dalam segi ideologi yakni sumber tafsir yang dijadikan sebagai rujukan dalam menafsirkan Al-Qur’an. Disini Wahbah Zuhaili menggunakan Tafsir al-Kasysyaf karya Zamakhsyari sebagai sumber rujukan. Hal ini menunjukkan bahwa ideologi atau pemikiran yang kental dengan corak fikih juga bersumber dari kitab tafsir tersebut.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Nusyūz suami; Tafsir al-Munīr; Analisis wacana kritis; Wahbah Zuhaili
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1228 Nonreligious subjects treated in the Al-Quran
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Hizkia Chandra
Date Deposited: 04 Feb 2026 01:07
Last Modified: 04 Feb 2026 01:07
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29253

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics