Domestifikasi perempuan dalam Q.S. Al-Aḥzāb ayat 33 menurut al-Quṛṭubī dan Ibnu Kaṡīr

Muniroh, Laelatul (2025) Domestifikasi perempuan dalam Q.S. Al-Aḥzāb ayat 33 menurut al-Quṛṭubī dan Ibnu Kaṡīr. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2104026011_Laelatul_Muniroh] Text (Skripsi_2104026011_Laelatul_Muniroh)
Skripsi_2104026011_Laelatul_Muniroh.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji wacana domestifikasi perempuan dalam Q.S. Al-Aḥzāb ayat 33 melalui studi komparatif terhadap dua kitab tafsir klasik Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān karya Al-Qurṭubī dan Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm karya Ibnu Kaṡīr. Latar belakang penelitian ini didorong oleh realitas sosial yang masih menunjukkan ketimpangan gender akibat domestifikasi, yakni pembatasan peran perempuan hanya dalam ruang domestik. Q.S. Al-Aḥzāb ayat 33 sering dijadikan legitimasi teologis dalam menjustifikasi pembatasan tersebut, meskipun pemaknaannya masih diperdebatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kedua mufasir menafsirkan ayat tersebut, serta membandingkan kecenderungan tafsir mereka dalam mendukung atau menolak domestifikasi perempuan. Penelitian ini menggunakan metode library research dan pendekatan tafsir muqāran (komparatif), dengan data primer berupa kitab tafsir karya Al-Qurṭubī dan Ibnu Kaṡīr, serta data sekunder dari literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qurṭubī, dengan pendekatan fiqhnya, cenderung menggeneralisasi perintah “tinggal di rumah” sebagai hukum umum bagi perempuan, sehingga tafsirnya mendukung wacana domestikasi. Sebaliknya, Ibnu Kaṡīr menafsirkan ayat ini secara kontekstual sebagai perintah khusus bagi istri-istri Nabi, dan lebih menekankan nilai moral ketimbang ketentuan hukum universal, sehingga tafsirnya tidak secara langsung mendorong domestifikasi perempuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun kedua mufasir merujuk pada ayat yang sama, pendekatan metodologis mereka menghasilkan implikasi sosial yang berbeda. Studi ini menunjukkan bahwa domestifikasi perempuan bukanlah ajaran mutlak dalam Islam, melainkan hasil konstruksi tafsir yang bisa dikritisi dan direkonstruksi secara kontekstual dan adil gender.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Domestifikasi perempuan; Tafsir Muqāran; Al-Qurṭubī; Ibnu Kaṡīr; Q.S. Al-Aḥzāb:33
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1228 Nonreligious subjects treated in the Al-Quran
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Hizkia Chandra
Date Deposited: 04 Feb 2026 01:09
Last Modified: 04 Feb 2026 01:09
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29254

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics