Mental health dalam Al-Qur’ān : analisis ayat-ayat kisah Nabi Ayyūb dalam perspektif Tafsīr Maqāṣidī
Syarifa, Audia Zilfani (2025) Mental health dalam Al-Qur’ān : analisis ayat-ayat kisah Nabi Ayyūb dalam perspektif Tafsīr Maqāṣidī. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2104026018_Audia_Zilfani_Syarifa.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Mental health atau kesehatan mental merupakan salah satu fenomena yang masih ramai di Indonesia, terutama terjadi pada remaja. Data terakhir dari Indonesia-National Adolescent Mental Health Survei (I-NAMHS) pada tahun 2022 mengatakan bahwa 1 dari 3 remaja di Indonesia telah mengalami mental health, penyebabnya antara lain karena masalah keluarga, sosial, pertemanan, ataupun masalah lingkungan sekitar, hingga musibah yang menimpa diri seseorang. Seperti dalam kisah Nabi Ayyub yang telah ditimpa berbagai cobaan tetapi beliau tetap sabar dan mengahadapinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai maqāsid dalam kisah Nabi Ayyub serta urgensi dan relevansinya dalam menjawab permasalahan kesehatan mental di era modern. Penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan (library researc) yang bersifat kualitatif. Data dari sumber penelitian ini yaitu dari teori Tafsīr Maqāsidi Abdul Mustaqim, Tafsīr Al-Miṣbāḥ, Tafsīr Ibn Katsir, Tafsīr Al-Azhār, serta berbagai buku dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kisah Nabi Ayyub dalam Q.S. Al-Anbiyā ayat 83-84 dan Q.S. Ṣād ayat 41-44 mengandung nilai-nilai maqāṣid diantaranya yaitu hifz al-‘aql (menjaga akal) yaitu terlihat ketika beliau tetap beribadah kepada Allah SWT walaupun dalam keadaan ditimpa uian yang sangat berat dan hifz an-nafs (menjaga jiwa) yaitu terlihat ketika beliau selalu sabar ketika ditimpa berbagai ujian yang diberikan oleh Allah SWT, tidak berputus asa dan tetap melanjutkan kehidupnya. Relevansi dari ayat-ayat kisah Nabi Ayyub di era sekarang diantaranya untuk selalu berfikir posisif, kesadaran akan petingnya bersabar dalam menghadapi segala situasi, dan solusi spiritual dalam menghadapi mental health yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan tidak mudah berputus asa dalam menghadapi setiap ujian yang ada. Adapun perbedaan penafsiran ayat-ayat kisah Nabi Ayyub menggunakan tafsīr maqāṣidī dengan tafsir lainnya adalah jika tafsir lain lebih fokus mengungkap mengenai maknanya saja, sedangkan tafsīr maqāṣidī dapat di pahami tujuan atau maksud dari ayat-ayat tersebut.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mental health; Nabi Ayyub; Tafsīr Maqāsidi; Tafsir Al-Quran |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Hizkia Chandra |
| Date Deposited: | 04 Feb 2026 01:17 |
| Last Modified: | 04 Feb 2026 01:17 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29255 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
