Resepsi masyarakat Pantai Parangtritis terhadap ayat-ayat larangan syirik dan korelasinya dengan mitos Ratu Kidul
Al-Kadhafi, Usamah Imam Khomeini (2025) Resepsi masyarakat Pantai Parangtritis terhadap ayat-ayat larangan syirik dan korelasinya dengan mitos Ratu Kidul. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2104026048_Usamah_Imam_K.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Fenomena melarung sesaji dan sungkeman kepada Ratu Kidul yang dianggap sinkretisme antara agama dan budaya menjadi latar belakang penting dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji resepsi masyarakat Pantai Parangtritis terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang melarang syirik, serta korelasinya dengan mitos Nyi Roro Kidul yang berkembang dalam tradisi lokal. Tradisi seperti Bhekti Pertiwi Pisungsung Jaladri dan masih dilestarikan masyarakat, meskipun sebagian besar dari mereka beragama Islam. Rumsan masalah dari penelitian ini adalah 1. Bagaimana pemahaman masyrakat pantai parangtritis terhadap ayat-ayat larangan syirik dalam konteks budaya?, 2. Bagaimana pemahaman masyrakat pantai parangtritis terhadap ayat-ayat larangan syirik dan korelasinya dengan ratu kidul?, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori resepsi Al-Qur’an untuk menggali pemahaman masyarakat secara mendalam melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Pemahaman masyarakat pantai parangtritis terhadap ayat-ayat larangan syirik dalam konteks budaya terwujud dalam bentuk upacara Bhekti Pertiwi Pisungsung Jaladri yang sudah ada nilai akulturasi islam dengan adanya penghilangan kegiatan ngguwangi, adanya rangkaian pengajian, sholawatan, dan santunan anak yatim serta penyesuaian niat yang hanya ditujukan kepada Allah SWT. Masyarakat memahami larangan syirik dalam Al-Qur’an namun tetap memaknai ritual budaya sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur, bukan penyembahan (tidak syirik), wujud doa dalam sugengan (sesaji) serta manfaat yang dirasakan masyarakat sendiri dari segi sosial, budaya, agama, dan ekonomi. 2. Pemahaman masyarakat pantai parangtritis terhadap ayat-ayat larangan syirik dan korelasinya dengan Ratu Kidul bahwa figur Ratu Kidul dalam masyarakat diposisikan sebagai representasi budaya, bukan sosok yang disembah. Selain itu, ia dan larangan yang berkaitan dengannya dianggap sebagai cerita rakyat yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini menunjukkan adanya dinamika antara akidah Islam dan kearifan lokal, serta pentingnya pendekatan kontekstual dalam memahami praktik keagamaan masyarakat pesisir.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Resepsi masyarakat; Mitos; Syirik; Nyi Roro Kidul; Pantai Parangtritis; Islam dan budaya |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Hizkia Chandra |
| Date Deposited: | 04 Feb 2026 01:23 |
| Last Modified: | 04 Feb 2026 01:23 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29261 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
