Konsep ijtimak semata dalam penetapan awal Bulan Hijriah Jemaah An Nadzir

Nurhazmah S., Nurhazmah S. (2024) Konsep ijtimak semata dalam penetapan awal Bulan Hijriah Jemaah An Nadzir. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Tesis_2202048036_Nurhazmah_S] Text (Tesis_2202048036_Nurhazmah_S)
Tesis_2202048036_Nurhazmah_S.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Jemaah An Nadzir seringkali melaksanakan puasa dan hari raya yang berbeda dari keputusan Pemerintah maupun ormas lainnya. Mereka menggunakan konsep ijtimak semata untuk menetapkan awal bulan Hijriah. Jemaah An Nadzir menerapkan konsep ijtimak yang berbeda dengan konsep ijtimak yang digunakan Pemerintah maupun ormas lainnya, sehingga terjadinya perbedaan hasil penetapan awal bulan baru Hijriah. Beberapa permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana konsep ijtimak semata dalam penetapan awal bulan Hijriah jemaah An Nadzir? (2) Bagaimana analisis penggunaan ijtimak semata dalam penetapan awal bulan Hijriah di jemaah An Nadzir?. Permasalahan tersebut dijawab melalui penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh melalui studi dokumentasi dan wawancara. Kemudian semua data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan multidisipliner dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) konsep ijtimak semata dalam penetapan awal bulan Hijriah jemaah An Nadzir, memiliki perbedaan dengan konsep penerapan ijtimak Pemerintah maupun ormas lainnya, dimana jemaah An Nadzir menerapkan konsep ijtimak semata, sedangkan Pemerintah menerapkan konsep ijtimak dan posisi hilal di atas ufuk (2) penggunaan ijtimak semata dalam penetapan awal bulan Hijriah jemaah An Nadzir berarti semata-mata hanya terjadinya konjungsi tanpa memperhatikan terbenamnya Matahari dan visibilitas hilal atau hanya berlandaskan peristiwa ijtimak secara astronomi murni. Sedangkan konsep ijtimak yang digunakan Pemerintah yaitu ijtimak dan posisi hilal diatas ufuk yang berarti setelah terjadinya ijtimak, menunggu Matahari terbenam, dan memperhatikan visibilitas hilal. Sehingga inilah yang menyebabkan terus terjadinya perbedaan dalam penetapan awal bulan jemaah An Nadzir selalu duluan daripada yang telah ditetapkan Pemerintah maupun ormas lainnya dalam penetapan awal bulan Hijriah.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Ijtimak semata; Awal bulan Hijriah; Jemaah An Nadzir
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2) > 50102 - Ilmu Falak (S2)
Depositing User: Hizkia Chandra
Date Deposited: 04 Feb 2026 01:49
Last Modified: 04 Feb 2026 01:49
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29275

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics