Penjualan air sumur bor secara berlebihan di Desa Kemadu Kabupaten Rembang dalam perspektif saddu al-zari’ah
Mardiana, Oktia Musvita (2025) Penjualan air sumur bor secara berlebihan di Desa Kemadu Kabupaten Rembang dalam perspektif saddu al-zari’ah. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2102036013_Oktia_Musvia_Mardiana.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (3MB)
Abstract
Di desa Kemadu terdapat 15 tempat penjualan atau pengambilan air sumur bor. Penjualan air tersebut sehari mencapai kurang lebih 20 tangki dengan kapasitas yang berbeda-beda. Kapasitas air yang diambil per tangkinya berkisar 5.000 liter sampai dengan 16.000 liter. Penjualan air tersebut berdampak negatif terhadap sumber mata air lokal, yang menyebabkan beberapa mata air warga mati dan mengalami kekeringan, hal tersebut menjadikan para warga di Desa Kemadu kurang setuju terhadap penjualan atau pengambilan air sumur bor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik penjualan air sumur bor di Desa Kemadu dan praktik penjualan air sumur bor secara berlebihan dalam perspektif saddu al-żari’ah.
Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini yaitu penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan yuridis empiris, pendekatan yuridis empiris yaitu upaya memperoleh kejelasan dan pemahaman dari permasalahan berdasarakan realita yang ada. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini dapat menyimpulkan, pertama, praktik penjualan air sumur bor secara berlebihan di Desa Kemadu merupakan praktik penjualan air sumur bor yang mengambil air dengan melebihi kapasitas, paling sedikit 15.000 liter sedangkan paling banyak 150.000 liter air yang diambil dalam per harinya. Para warga sekitar tempat penjualan air sumur bor tersebut mengatakan bahwa kurang setuju terhadap penjualan atau pengambilan air sumur bor karena mengakibatkan matinya sumur warga lokal dan kerusakan pada lingkungan. Kedua, dalam perspektif saddu al-żari’ah, praktik penjualan air sumur bor tersebut hukumnya dilarang karena dalam penjualan itu terdapat dampak negatif yang lebih besar daripada dampak positifnya, apabila berpotensi menimbulkan kerusakan sebaiknya di hindari meskipun ada manfaatnya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penjualan air; Sumur bor; Saddu al-żari’ah |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 74234 - Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) |
| Depositing User: | Hizkia Chandra |
| Date Deposited: | 06 Feb 2026 01:50 |
| Last Modified: | 06 Feb 2026 01:50 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29291 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
