Strategi deradikalisasi Balai pemasyarakatan kelas I Semarang untuk mantan narapidana terorisme : perspektif dakwah
Rozi, Fachrur (2025) Strategi deradikalisasi Balai pemasyarakatan kelas I Semarang untuk mantan narapidana terorisme : perspektif dakwah. Dr/PhD thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Disertasi_2100029027_Fachrur_Rozi.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (4MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis strategi deradikalisasi yang diterapkan oleh Bapas Kelas I Semarang dalam membina mantan narapidana terorisme dari perspektif dakwah Deradikalisasi diakui sebagai strategi penting dalam pencegahan dan penanggulangan terorisme di Indonesia. Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang diakui memainkan peran penting dalam proses reintegrasi sosial bagi mantan narapidana terorisme melalui pendekatan yang holistik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data yang disajikan dalam penelitian ini berasal dari wawancara mendalam dengan petugas pemasyarakatan, mantan narapidana terorisme, dan polisi yang terlibat dalam program pembinaan. Selain itu, pengamatan dan telaah dokumen terkait dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang pelaksanaan program deradikalisasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, faham radikal masih ada di kalangan mantan napiter, karena kuatnya penanaman ideologi radikal, koneksi jaringan terorisme, trauma masa lalu, serta stigma masyarakat yang kurang baik. Kedua, urgensi deradikalisasi dilakukan adalah untuk mencegah kembalinya mantan napiter kembali ke kelompoknya sekaligus membantu rehabilitasi dan reintergasi sosial mereka. Ketiga, strategi deradikalisasi yang diterapkan oleh Bapas Kelas I Semarang mencakup pendekatan multifaset, yang menggabungkan dimensi agama, sosial, psikologis, dan ekonomi. Strategi ini dirancang untuk mengubah pola pikir dan perilaku mantan narapidana terorisme, dengan tujuan agar mereka dapat kembali berintegrasi ke dalam masyarakat. Dari perspektif dakwah, pendekatan keagamaan memegang peranan penting dalam proses ini, dengan menekankan ajaran Islam yang moderat, inklusif, dan toleran. Keterlibatan ulama dan ormas keagamaan menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan program ini. Penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan dalam pelaksanaan strategi deradikalisasi, seperti resistensi dari mantan narapidana, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya dukungan dari lingkungan sosial tertentu. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara lembaga pemasyarakatan, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.
Strategi deradikalisasi yang dilaksanakan Bapas Kelas I Semarang dari perspektif dakwah belum cukup untuk menanggulangi radikalisme jika hanya dari sudut pandang keamanan. Sebaliknya, diperlukan pendekatan yang komprehensif/holistik yang mencakup berbagai aspek kehidupan, meliputi agama, sosial, psikologi, dan ekonomi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkuat kebijakan deradikalisasi di Indonesia, khususnya dalam konteks dakwah, dan menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik dalam menangkal radikalisasi di masyarakat.
ABSTRACT:
This study aims to explore and analyze the deradicalization strategies implemented by the Class I Correctional Center (Bapas) in Semarang in rehabilitating former terrorism convicts from the perspective of Islamic preaching (dakwah). Deradicalization is recognized as a crucial strategy in the prevention and mitigation of terrorism in Indonesia. The Correctional Center plays a significant role in the social reintegration process of former terrorism convicts through a holistic approach.
This research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach. The data presented in this study were obtained through in-depth interviews with correctional officers, former terrorism convicts, and police personnel involved in the rehabilitation program. In addition, observations and document analysis were conducted to obtain a more comprehensive understanding of the deradicalization program's implementation.
The findings indicate, first, that radical ideologies persist among former terrorism convicts due to the deep-rooted indoctrination, terrorist network connections, past traumas, and societal stigma. Second, the urgency of deradicalization lies in preventing the recidivism of former convicts into extremist groups while supporting their rehabilitation and social reintegration. Third, the deradicalization strategies employed by Bapas Class I Semarang encompass a multifaceted approach, integrating religious, social, psychological, and economic dimensions. These strategies are designed to transform the mindset and behavior of former terrorism convicts to enable their reintegration into society. From a dakwah perspective, religious approaches play a central role in this process by promoting moderate, inclusive, and tolerant Islamic teachings. The involvement of Islamic scholars and religious organizations is a key factor in the success of the program.
The study also identifies several challenges in implementing deradicalization strategies, including resistance from former convicts, limited resources, and insufficient support from certain social environments. Therefore, stronger synergy between correctional institutions, religious figures, and the community is necessary to build a sustainable rehabilitation system. The deradicalization strategies carried out by Bapas Class I Semarang, from the perspective of dakwah, are insufficient if addressed solely from a security standpoint. Instead, a comprehensive and holistic approach is required, encompassing various aspects of life including religion, society, psychology, and economy. The findings of this study are expected to strengthen deradicalization policies in Indonesia, particularly within the context of dakwah, and emphasize the importance of holistic approaches in countering radicalization in society.
| Item Type: | Thesis (Dr/PhD) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Deradikalisasi; Lembaga pemasyarakatan; Mantan narapidana; Terorisme; Dakwah; Reintegrasi sosial |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Doktor (S3) > 76003 - Studi Islam (S3) |
| Depositing User: | Alvito Praba N. |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 02:51 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 02:51 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29327 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
