Penyuluhan agama Islam dengan metode Nada Dzikir Digital Uswatun Hasanah (NADZIK DIGUS) dalam membangun moderasi beragama pada masyarakat binaan
Robby, Fadli (2025) Penyuluhan agama Islam dengan metode Nada Dzikir Digital Uswatun Hasanah (NADZIK DIGUS) dalam membangun moderasi beragama pada masyarakat binaan. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2101016148FADLI_ROBBY-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (3MB)
Abstract
Moderasi beragama merupakan suatu upaya untuk membangun kerukunan antar umat beragama melihat masyarakat mempunyai keanekaragaman agama, budaya, suku, dan ras menjadi tantangan untuk menjaga keseimbangan sosial, terutama jika tidak dikelola dengan baik. Kecamatan Getasan di Kabupaten Semarang, yang memiliki populasi agama yang beragam, membutuhkan strategi yang efektif untuk membangun moderasi beragama. Penyuluh agama Islam membantu masyarakat melalui program inovatif, seperti metode NADZIK DIGUS (Nada, Dzikir, Digital, dan Uswatun Hasanah). Metode ini menggabungkan seni dakwah dengan nada religius, metode spiritual dengan dzikir, penggunaan teknologi digital, dan contoh kehidupan sehari-hari.
Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan penerapan penyuluhan agama Islam dengan metode Nada, Dzikir, Digital dan Uswatun Hasanah (NADZIK DIGUS) pada masyarakat binaan. Serta untuk mengetahui dalam membangun moderasi beragama. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan menggunakan deskriptif yaitu: pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama memiliki metode baru untuk membangun moderasi di masyarakat. Metode NADZIK DIGUS (Nada, Dzikir, Digital, dan Uswatun Hasanah) yang dikembangkan di Kecamatan Getasan oleh KH. Hadi Zumroni dalam membangun nilai-nilai kerukunan dan toleransi moderasi beragama. Metode ini mencakup penggunaan pertama nada dakwah, kedua pendekatan spiritual melalui dzikir, ketiga penggunaan teknologi digital untuk menyebarkan dakwah, keempat penerapan keteladanan (Uswatun Hasanah) dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya indikator masyarakat Kecamatan Getasan menunjukkan moderasi beragama harus memiliki komitmen kebangsaan, moderasi beragama dengan salong memiliki rasa toleransi, moderasi beragama anti kekerasan, moderasi beragama berarti akomodatif terhadap budaya lokal. Penelitian ini menekankan betapa pentingnya moderasi beragama untuk menjaga keseimbangan sosial di tengah keberagaman.
Kata Kunci: Penyuluhan Agama Islam, Moderasi Beragama, Masyarakat Binaan
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penyuluhan agama Islam; Moderasi beragama; Masyarakat binaan |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 16 Apr 2026 01:28 |
| Last Modified: | 16 Apr 2026 01:28 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29405 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
