Bimbingan agama melalui peer group dalam membangun kesadaran beragama pada komunitas punk : studi kasus di Palabuhanratu Jawa Barat
Ahmad, Nafizha An Nisa Bintang (2024) Bimbingan agama melalui peer group dalam membangun kesadaran beragama pada komunitas punk : studi kasus di Palabuhanratu Jawa Barat. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2001016044_Nafizha_An_Nisa_Bintang_Ahmad.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Tantangan yang dihadapi sebagian remaja, termasuk anggota komunitas punk, dalam mencari identitas diri sering kali mengarah pada rendahnya kesadaran beragama. Komunitas punk, dengan prinsip kebebasan dan kemandirian, sering kali menunjukkan kurangnya kesadaran terhadap ajaran agama, yang berdampak pada kondisi spiritual mereka. Prinsip tersebut berakibat kurang nya kesadaran beragama sebagai umat muslim yang berdampak buruk pada kondisi spiritual komunitas punk di mana mereka akan hidup dengan bebas dan kekurangan arti dan tujuan hidup.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi kesadaran beragama komunitas punk dan untuk memahami bagaimana pelaksanaan bimbingan agama melalui peer group dapat membangun kesadaran beragama pada komunitas punk di Palabuhanratu, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model deskriptif Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan 1) kondisi kesadaran beragama komunitas punk di Palabuhanratu dilihat dari tiga aspek utama yaitu pertama aspek kognitif, yang menunjukkan kurangnya pemahaman agama, pengelolaan emosi yang tidak stabil, dan hubungan dengan orang sekitar memburuk. Kedua aspek motorik, yang terlihat dari kurangnya disiplin dalam melaksanakan ibadah, seperti shalat dan puasa. Ketiga aspek afektif-konatif, yang ditandai dengan hubungan dengan Allah SWT menjauh dan kurangnya tujuan hidup yang jelas. 2) pelaksanaan bimbingan agama melalui peer group dilakukan oleh pembimbing agama dapat membangun kesadaran beragama diterapkan menggunakan metode berupa kegiatan shalawat keliling, ceramah, dan berbagi kisah atau motivasi keagamaan. Sehingga, mampu mendukung terbangun nya kesadaran beragama dari tiga aspek yaitu, pertama aspek kognitif setelah mengikuti bimbingan agama menjadi meningkatnya pemahaman beragama, mulai dapat mengendalikan emosi, dan hubungan dengan orang sekitar membaik. Kedua aspek motorik setelah mengikuti bimbingan agama menjadi timbulnya sikap disiplin untuk mengerjakan ibadah. Ketiga aspek afektif-konatif, setelah mengikuti bimbingan agama menjadi timbulnya rasa kedekatan dengan Tuhan dan memiliki tujuan hidup secara jelas. Selain itu, peer group, menjadi faktor dalam proses ini, karena dukungan antar teman sebaya mendorong anggota komunitas punk untuk lebih terlibat dalam kegiatan keagamaan dan memperkuat komitmen mereka terhadap ajaran agama.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bimbingan agama; Peer group; Kesadaran beragama; Komunitas punk |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) |
| Depositing User: | Miswan Miswan |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 06:19 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 06:19 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29505 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
