Hubungan tingkat kecukupan serat, aktivitas fisik dan status gizi terhadap tingkatan nyeri haid pada remaja putri dengan dismenore di SMP Negeri 4 Majenang, Kabupaten Cilacap

Duski, Duski (2024) Hubungan tingkat kecukupan serat, aktivitas fisik dan status gizi terhadap tingkatan nyeri haid pada remaja putri dengan dismenore di SMP Negeri 4 Majenang, Kabupaten Cilacap. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2007026063_Duski] Text (Skripsi_2007026063_Duski)
Skripsi_2007026063_Duski.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang: Nyeri haid (dismenore) merupakan keluhan yang biasanya dialami oleh remaja putri pada saat menstruasi. Faktor penyebab nyeri haid (dismenore) di antaranya usia menarche, asupan zat gizi, tingkat kecukupan serat, aktivitas fisik dan status gizi.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat kecukupan serat, aktivitas fisik dan status gizi terhadap tingkatan nyeri haid pada remaja putri dengan dismenore di SMP Negeri 4 Majenang, Kabupaten Cilacap.
Metode: Metode pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan 73 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner SQ-FFQ, PAL dan NRS. Analisis bivariat menggunakan uji Gamma dan analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik Ordinal.
Hasil: Terdapat hubungan antara tingkat kecukupan serat dengan nyeri haid (dismenore) p=0,005 (p<0,05), terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan nyeri haid (dismenore) p=0,001 (p<0,05) dan terdapat hubungan antara status gizi dengan nyeri haid (dismenore) p=0,036 (p<0,05). Tingkat kecukupan serat merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkatan nyeri haid pada remaja putri dengan dismenore yaitu 8,602 kali.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat kecukupan serat, aktivitas fisik dan status gizi terhadap tingkatan nyeri haid pada remaja putri dengan dismenore.

ABSTRACT:
Background: Menstrual pain (dysmenorrhea) is a complaint that is usually experienced by adolescent girls during menstruation. Factors that cause menstrual pain (dysmenorrhea) include menarche age, nutrient intake, fiber adequacy level, physical activity and nutritional status.
Objective: To determine the relationship between fiber adequacy, physical activity and nutritional status to the level of menstrual pain in adolescent girls with dysmenorrhea at SMP Negeri 4 Majenang, Cilacap Regency.
Methods: The sampling method used Purposive Sampling with 73 respondents. Data collection used SQ-FFQ, PAL and NRS questionnaires. Bivariate analysis using the Gamma test and multivariate analysis using the Ordinal Logistic Regression test.
Results: There was a relationship between the level of fiber adequacy and menstrual pain (dysmenorrhea) p=0.005 (p<0.05), there was a relationship between the level of physical activity and menstrual pain (dysmenorrhea) p=0.001 (p<0.05) and there was a relationship between nutritional status and menstrual pain (dysmenorrhea) p=0.036 (p<0.05). The level of fiber adequacy is the most influential factor on the level of menstrual pain in adolescent girls with dysmenorrhea, which is 8,602 times.
Conclusion: There is a relationship between fiber adequacy, physical activity and nutritional status to the level of menstrual pain in adolescent girls with dysmenorrhea.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Remaja putri; Kecukupan serat; Aktivitas fisik; Status gizi, Nyeri haid; Dismenore
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 610 Medical sciences Medicine > 613 Promotion of health
Divisions: Fakultas Psikologi dan Kesehatan > 13211 - Gizi
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 05 Jun 2026 03:37
Last Modified: 05 Jun 2026 03:37
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29816

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics