"Ndadi” pada tradisi jaranan di Desa Kramat, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk : pendekatan psikologi Islam
Desamba, Rahmat Ardhi (2024) "Ndadi” pada tradisi jaranan di Desa Kramat, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk : pendekatan psikologi Islam. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
2004036016 - Rahmat Ardhi Desamba.docx - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (13MB)
Abstract
Tradisi adalah sesuatu yang di wariskan dari nenek moyang yang berbentuk dalam kegiatan seperti salah satu contohnya adalah kesenian jaranan, dan dalam salah satu tarian jaranan terdapat istilah ndadi atau kesurupan. Fenomena kesurupan (trance) juga dikenal dalam ranah medis sebagai Dissociative Trance Disorder (DTD), yang merupakan salah satu gangguan kejiwaan yang menjelaskan kasus atau fenomena kesurupan ini. Sedangkan menurut Izzudin Taufiq, gangguan kesurupan merupakan bentuk adanya kendali jin atas diri manusia dan pengaruhnya pada akal pikiran, daya indra, dan fungsi organ tubuh dengan berbagai cara.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan atau gambaran tradisi jaranan, untuk mengetahui pengalaman ndadi pada saat jaranan, serta untuk mengetahui makna pengalaman dari ndadi pada jaranan di Desa Kramat, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan jenis penelitian studi lapangan dan juga kepustakaan, serta menggunakan pendekatan psikologi islam.
Hasil penelitian ini adalah gambaran tradisi jaranan di Desa Kramat, Nganjuk diawali dari ritual pawang. Setelah itu pemain mulai masuk dan melakukan tari-tarian. Tari-tarian ini ada empat jenis, seperti kepang kembar, perang celeng, klono sewandono, dan rampokan singo barong. Di sela-sela pemain ketika sedang menari, pemain akan dibikin ndadi oleh pawang seperti dirasuki oleh makhluk halus satu persatu, kemudian di berdirikan lagi untuk melanjutkan menari dan melakukan atraksi-atraksi. Setelah semua selesai para pemain akan disembuhkan dan disadarkan kembali oleh pawang. Pengalaman-pengalaman yang dapat dirasakan para pemain sebelum dan sesudah ndadi, antara lain ketika sebelum ndadi mereka merasakan seperti pusing, kemudian pernah memakan bunga kenanga, dan mencium bau kemenyan. Sedangkan setelah ndadi mereka merasakan seperti badan yang pegal-pegal, kemudian hilang selera makan. Ndadi mempunyai makna yang pada intinya seperti memberi makan terhadap para makhluk halus dengan sesaji sebagai bentuk penghormatan, dan seni dari tradisi jaranan adalah yang asli ndadi. Sedangkan makna pengalaman ndadi bagi pemain adalah adanya kenang-kenangan yang bisa diceritakan kepada sanak saudaranya serta seperti mempunyai fans atau disukai banyak perempuan. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa ndadi atau kesurupan dalam tradisi jaranan ini sesuai dengan teori kesurupan dari Izzudin Taufiq.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ndadi; Tradisi Jaranan; Psikologi Islam |
| Subjects: | 100 Philosophy and psychology > 130 Paranormal phenomena > 133 Parapsychology and occultism |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76234 - Studi Agama-agama |
| Depositing User: | Siti Purwati |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 06:15 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 06:07 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30016 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
