Perlindungan hukum terhadap cagar budaya situs ngloram berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Blora nomor 10 tahun 2019 tentang pelestarian cagar budaya Kabupaten Blora

Damayanti, Ginanjar (0022) Perlindungan hukum terhadap cagar budaya situs ngloram berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Blora nomor 10 tahun 2019 tentang pelestarian cagar budaya Kabupaten Blora. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo.

[thumbnail of SKRIPSI_1802056006_GINANJAR_DAMAYANTI] Text (SKRIPSI_1802056006_GINANJAR_DAMAYANTI)
1802056006 - Ginanjar Damayanti.docx - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Cagar Budaya merupakan peninggalan aktivitas manusia pada zaman dahulu yang keberadaannya penting dan wajib dijaga serta dilestarikan karena mempnyai nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri dan kepribadian bangsa. Di Kabupaten Blora terdapat cagar budaya yang kurang mendapatkan perlindungan hukum dari Pemerintah Daerah yakni Cagar Budaya Situs Ngloram. Situs Ngloram merupakan salah satu situs peninggalan sejarah yan telah terdaftar sebagai warisan budaya di Kabupaten Blora namun kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak terawat serta terkesan menakutkan, tidak ada papan informasi terkait cerita sejarah Situs Ngloram, tidak ada pembatas disekitar area situs, juga tidak ada lampu penerangan disepanjang jalan menuju Situs. Sehingga mengancam eksistensi dan kelestarian dari situs tersebut.
Dari latar belakang tersebut, maka penulis menyusun rumusan masalah yaitu: bagaimana bentuk perlindungan hukum yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Blora Nomor 10 Tahun 2019 dalam melindungi Situs Ngloram sebagai cagar budaya, dan bagaimana upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Blora dalam memberikan perlindungan hukum terhadap pelestarian budaya Situs Ngloram tersebut.
Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan penelitian yuridis-empiris. Data yang digunakan diambil langsung melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan pihak Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar), Kepala desa dan masyarakat desa Ngloram.
Hasil dari penelitian ini yaitu perlindungan hukum yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Blora terhadap Situs Ngloram belum optimal karena Pemerintah Kabupaten Blora belum melaksanakan tugasnya dengan baik dan juga kurang peduli terhadap cagar budaya. Kendala yang dihadapi yaitu kurangnya anggaran di bidang kebudayaan, Pemerintah Daerah belum menganggap pelestarian cagar budaya menjadi urusan yang urgen sehingga pelestarian cagar budaya belum dilaksanakan dengan serius, serta kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan cagar budaya masih rendah. Kemudian upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala tersebut yaitu meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya cagar budaya bagi bangsa, merencanakan peningkatan alokasi anggaran di bidang kebudayaan, dan merencanakan pelaksanaan perbaikan tata ruang Situs Ngloram.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Perlindungan Hukum; Cagar Budaya; Peraturan Daerah; Situs Ngloram.
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74201 - Ilmu Hukum
Depositing User: Siti Purwati
Date Deposited: 17 Jun 2026 08:05
Last Modified: 17 Jun 2026 08:05
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30053

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics