Pengaruh kelembapan udara terhadap hilangnya ketampakan syafaq aḥmar di Provinsi Bengkulu
Yanti, Kurlian Puspa Dwi Dharma (2024) Pengaruh kelembapan udara terhadap hilangnya ketampakan syafaq aḥmar di Provinsi Bengkulu. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
2102046007 - Kurlian Puspa Dwi Dharma Yanti.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (3MB)
Abstract
Terdapat perbedaan pendapat mengenai dip Matahari pada awal waktu salat Isya, yang dimana Kemenag RI berpedoman pada ketinggian Matahari -18°, Slamet Hambali menggunakan ketinggian Matahari -17° dan Tono Saksono menggunakan ketinggian Matahari -11,5°. Perbedaan pendapat tersebut tentunya memiliki banyak sebab dan salah satunya yaitu waktu hilangnya syafaq yang berbeda pada lokasi yang sama sebagai dampak dari kelembapan udara di atmosfer.
Oleh karena itu, penelitian ini membahas bagaimana pengaruh kelembapan udara terhadap hilangnya ketampakan syafaq aḥmar. Penulis melakukan penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan kualitatif menggunakan Sky Quality Meter yang dilakukan di Pantai Cemara Indah dan Dataran Tinggi Desa Tanjung Heran di provinsi Bengkulu. Penulis juga menggunakan data kelembapan udara yang didapat dari aplikasi Info BMKG yang kemudian dari kedua data tersebut dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui pengaruh kelembapan udara terhadap hilangnya ketampakan syafaq aḥmar.
Pengamatan yang dilakukan oleh penulis menghasilkan kesimpulan bahwa kelembapan udara di pantai dengan nilai <80% akan menghasilkan kondisi langit yang cerah dan syafaq aḥmar terdeteksi hilang pada ketinggian -18°. Sedangkan kelembaban udara 81-90% mengakibatkan langit dipenuhi awan tebal hingga hujan menyebabkan syafaq aḥmar di SQM terdeteksi hilang lebih cepat 2-9 menit dari jadwal waktu salat Isya Kemenag RI. Sedangkan di Dataran Tinggi, kelembapan udara dengan nilai 95-99% dapat menyebabkan langit dipenuhi awan tebal hingga hujan menyebabkan syafaq aḥmar di SQM terdeteksi hilang lebih cepat 7-18 menit dari jadwal waktu salat Isya Kemenag RI. Oleh karena itu, kelembapan udara perlu diperhatikan karena sangat berpengaruh terhadap hilangnya ketampakan syafaq aḥmar di ufuk barat dan berimplikasi terhadap awal waktu salat Isya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Syafaq aḥmar; Kelembapan udara; Sky quality meter |
| Subjects: | 500 Natural sciences and mathematics > 520 Astronomy and allied sciences > 529 Chronology |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 50202 - Ilmu Falak |
| Depositing User: | Fahrurozi Fahrurozi |
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 06:34 |
| Last Modified: | 17 Jun 2026 06:34 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30100 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
