Muqaranatu taqwimi ta'allumil lughatil arabiyyah baina al-manhaj ad-dirasi 2013 wal-manhaj ad-dirasi al-mustaqill li thullabil fashlil ‘asyir fil madrasah ats-tsanawiyyah

Akmalia, Faradisa (2024) Muqaranatu taqwimi ta'allumil lughatil arabiyyah baina al-manhaj ad-dirasi 2013 wal-manhaj ad-dirasi al-mustaqill li thullabil fashlil ‘asyir fil madrasah ats-tsanawiyyah. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_1903026026_Faradisa_Akmalia] Text (Skripsi_1903026026_Faradisa_Akmalia)
1903026026 - FARADISA AKMALIA.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Dalam setiap proses pembelajaran pada berbagai kurikulum, evaluasi memiliki peran penting untuk mengetahui kesesuaian program pembelajaran bagi peserta didik serta mengukur tingkat keberhasilan mereka dalam proses belajar. Evaluasi dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung maupun setelah pembelajaran selesai. Terdapat beberapa perbedaan antara sistem evaluasi pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek evaluasi dalam Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, mengetahui perbedaan antara Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), serta mengetahui perbedaan penyajian hasil belajar antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tujuan pelaksanaan evaluasi adalah memperoleh informasi mengenai kebutuhan belajar, perkembangan belajar, dan hasil belajar peserta didik. Evaluasi dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran melalui tes tertulis, tes praktik, portofolio, observasi, maupun wawancara. Pada Kurikulum 2013 digunakan penilaian autentik, penilaian formatif, dan penilaian sumatif. Penilaiannya mencakup tiga aspek, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan, namun tidak terdapat penilaian diagnostik. Sementara itu, pada Kurikulum Merdeka digunakan penilaian formatif, sumatif, dan diagnostik. Penilaian pada Kurikulum Merdeka juga mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, tetapi dilakukan secara lebih terpadu tanpa pemisahan yang tegas seperti pada Kurikulum 2013. (2) Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) bersifat umum, ditetapkan oleh pemerintah atau satuan pendidikan, menggunakan skor angka, dan menjadi standar minimum yang harus dicapai peserta didik serta digunakan sebagai salah satu dasar kenaikan kelas. Adapun Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) lebih rinci dan fleksibel sesuai kebutuhan peserta didik, disusun oleh guru atau tim pengajar, menggunakan deskripsi kompetensi, menjelaskan tahapan kemampuan yang harus dikuasai peserta didik, dan tidak dijadikan syarat utama kenaikan kelas. Meskipun memiliki perbedaan, KKM dan KKTP sama-sama digunakan untuk mengukur tingkat pencapaian peserta didik dalam proses pembelajaran. (3) Laporan hasil belajar pada Kurikulum 2013 umumnya lebih panjang dibandingkan laporan hasil belajar pada Kurikulum Merdeka yang biasanya hanya terdiri atas satu hingga dua halaman. Pada Kurikulum 2013, hasil belajar disajikan dalam beberapa halaman dan masih menggunakan KKM sebagai acuan penilaian. Sementara itu, pada Kurikulum Merdeka, hasil belajar peserta didik langsung ditampilkan pada halaman pertama disertai informasi yang lebih jelas mengenai kompetensi yang telah dicapai oleh peserta didik.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Evaluasi pembelajaran; kurikulum 2013; kurikulum merdeka.
Subjects: 400 Language > 490 Other languages > 492 Afro-Asiatic languages Semitic > 492.7 Arabic > 492.78 Arabic standard usage (Linguistik Bahasa Arab)
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 88204 - Pendidikan Bahasa Arab
Depositing User: Bahrul Ulumi
Date Deposited: 10 Jul 2026 07:00
Last Modified: 10 Jul 2026 07:01
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30332

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics