Makna shalat pada penyandang disabilitas mental di rumah pelayanan sosial disabilitas mental Muria Jaya Kudus
Aulia, Nandita Shoffa (2024) Makna shalat pada penyandang disabilitas mental di rumah pelayanan sosial disabilitas mental Muria Jaya Kudus. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
2104046083_Nandita Shoffa Aulia_Skripsi Lengkap.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (3MB)
Abstract
Penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak. Penyandang disabilitas mental merupakan seseorang yang menderita gangguan pada jiwa yang sudah menerima proses perawatan di Rumah Sakit Jiwa dan kondisinya tenang, sehingga menjadi suatu rintangan bagi penderitanya untuk melaksanakan fungsi sosialnya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu tempat yang menyediakan pelayanan untuk penyandang disabilitas mental adalah Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental (RPSDM) Muria Jaya Kudus. Dalam kegiatannya, RPSDM Muria Jaya Kudus mengadakan beberapa bimbingan salah satunya adalah shalat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menggambarkan makna shalat pada penyandang disabilitas mental. Metode yang dipakai pada penelitian ini yaitu kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data yang dipakai yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Teknik keabsahan data yaitu triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini adalah penyandang disabilitas mental Penyandang disabilitas mental memaknai shalat yang dapat dilihat melalui aspek-aspek shalat menurut Al-Ghazali sebagai berikut: Pertama, kehadiran hati dapat dilihat dengan ketenangan yang mereka dapatkan setelah melaksanakan shalat. Hal tersebut mengindikasikan bahwa subjek memaknai shalat dengan menghadirkan hati ketika shalat. Kedua, tafahhum (kefahaman) dapat dilihat bahwa subjek memaknai shalat dengan mempunyai pemahaman dasar mengenai shalat. Ketiga, ta’zim (rasa hormat) dapat ditunjukkan dengan subjek menjaga konsistensi dalam menjalankan shalat. Keempat, haibah (rasa takut) dapat dilihat subjek memaknai pelaksanaan shalat dengan munculnya perasaan negatif ketika meninggalkan shalat. Kelima, raja’ (harap) ditunjukkan dengan subjek selalu berharap, berdoa, dan memohon pengampunan kepada Allah SWT. Keenam, haya’ (rasa malu) ditunjukkan dengan subjek memaknai shalat sebagai sesuatu yang tidak dapat ditinggalkan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Akhlakul Karimah; Akhlak Terpuji; Shalat |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76236 - Tasawuf dan Psikoterapi |
| Depositing User: | Umar Falahul Alam |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 07:25 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 07:25 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30339 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
