Patung dalam Al-Qur’an : kajian makna lafal al-aṣnām, al- awṡān, al-anṣāb, dan al-tamāṡīl
Masyuna, Puji Vina Wardah (2024) Patung dalam Al-Qur’an : kajian makna lafal al-aṣnām, al- awṡān, al-anṣāb, dan al-tamāṡīl. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
2004026110 - Puji Vina Wardah Masyuna.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Dalam Al-Qur'an terdapat berbagai istilah yang merujuk pada patung dengan makna yang berbeda-beda, seperti pada lafal al-aṣnām, al-awṡān, al-anṣāb, dan al-tamāṡīl. Kajian mendalam mengenai makna masing-masing kata ini masih sangat relevan. Penelitian ini akan mengungkap makna lafal al-aṣnām, al-awṡān, al-anṣāb, dan al-tamāṡīl dan relevansinya dalam konteks kekinian. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research). Sumber data primer penelitian ini mencakup Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab, Tafsir An-Nūr karya Hashby Ash-Shiddieqy, dan Tafsir Ath-Thabari karya Abu Ja’far Muhammad bin Jarir Al-Thabari. Selain itu, berbagai referensi tambahan seperti buku, kamus, dan jurnal juga digunakan. Permasalahan tersebut akan diselesaikan dengan metode tematik dan menggunakan pendekatan deskriptif analisis. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa al-aṣnām merujuk pada berhala yang terbuat dari bahan seperti batu, logam, atau tembaga. Al-awṡān mencakup berhala yang dibuat dari kayu, batu, tanah, dan sebagainya, dan istilah ini memiliki cakupan yang lebih luas karena bisa merujuk pada objek fisik maupun non-fisik. Al-anṣāb adalah batu tanpa bentuk khusus yang digunakan sebagai tempat penyembelihan untuk persembahan kepada berhala. Sedangkan al-tamāṡīl merujuk pada patung yang menyerupai bentuk manusia, terbuat dari bahan seperti kayu, batu pualam, tembaga, atau kaca, yang terkadang juga dianggap sebagai berhala. Adapun relevansi istilah-istilah ini terhadap konteks era sekarang terbagi dalam dua kategori. Pertama, al-aṣnām, al-awṡān, al-anṣāb, dan al-tamāṡīl merujuk pada berhala fisik, seperti patung tokoh yang disembah atau batu yang digunakan untuk ritual. Kedua, al-aṣnām dan al-awṡān juga dapat merujuk pada berhala non-fisik, yakni segala hal yang mengalihkan perhatian dari Allah SWT.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Patung; Berhala; Al-Aṣnām; Al-Awṡān; Al-Anṣāb; Al-Tamāṡīl |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Fahrurozi Fahrurozi |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 08:02 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 08:02 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30350 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
