Cultural education center (extending tradition) di Kabupaten Kendal
Annahdliyah, Janisa Zulfa (2024) Cultural education center (extending tradition) di Kabupaten Kendal. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2004056047_Janisa_Zulfa_Annahdliyah.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (4MB)
Abstract
Pada dasarnya, seni dan budaya saling terkait dan berdampak satu sama lain. Kebudayaan dapat mempengaruhi cara kita melihat karya seni, begitu pula sebaliknya. Seni juga memainkan peran penting dalam menjaga kelestarian budaya dengan cara mendokumentasikan serta merayakan tradisi, bahasa, dan praktik budaya yang mungkin terancam punah. Setiap wilayah di Kabupaten Kendal memiliki potensi yang unik, tergantung pada karakteristik dan posisi geografisnya. Hal ini tentunya menambah kekayaan seni dan budaya yang ada di daerah tersebut. Arsitektur Neo Vernakular mengutamakan pelestarian budaya dan tradisi yang hampir hilang dengan mengadopsi prinsip-prinsip Arsitektur Tradisional, kemudian menggabungkannya dengan perancangan arsitektur modern yang dapat bertahan di masa depan. Konsep ini diterapkan pada wisata edukasi di Kendal, yang memadukan tradisi dan budaya lokal dengan desain arsitektur kontemporer yang berkelanjutan. Tujuan dari pengembangan objek wisata edukasi ini adalah untuk menciptakan tempat yang tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sebagai wadah pendidikan untuk melestarikan tradisi dan budaya, dengan memastikan kenyamanan, kesehatan, dan ramah lingkungan.
Budaya, Kendal, Neo Vernakular
ABSTRACT:
Basically, art and culture are interrelated and impact each other. Culture can influence the way we view artwork, and vice versa. Art also plays an important role in preserving culture by documenting and celebrating traditions, languages, and cultural practices that may be endangered. Each region in Kendal Regency has unique potential, depending on its characteristics and geographical position. This certainly adds to the richness of art and culture in the area. Neo Vernacular Architecture prioritizes the preservation of culture and traditions that are almost lost by adopting the principles of Traditional Architecture, then combining them with modern architectural designs that can survive in the future. This concept is applied to educational tourism in Kendal, which combines local traditions and cultures with sustainable contemporary architectural designs. The purpose of developing this educational tourism object is to create a place that is not only a means of entertainment, but also a place of education to preserve traditions and culture, by ensuring comfort, health, and environmental friendliness.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cultural education center; Budaya; Arsitektur neo vernakular |
| Subjects: | 700 The arts > 720 Architecture > 727 Buildings for education and research |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 23201 - Ilmu Seni dan Arsitektur Islam |
| Depositing User: | Miswan Miswan |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 07:31 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 07:31 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30737 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
