Trauma Healing Melalui Bimbingan Kelompok Pada Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Di Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang
Amalyah, Eva (2025) Trauma Healing Melalui Bimbingan Kelompok Pada Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Di Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2101016020EVA_AMALYAH-0.docx - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (10MB)
Abstract
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih sering terjadi di masyarakat, termasuk di Kota Semarang. Kekerasan ini dapat berbentuk fisik, psikis, seksual, atau penelantaran, yang umumnya dilakukan oleh orang terdekat seperti pasangan atau anggota keluarga. Korban KDRT mengalami luka fisik dan tekanan psikologis yang berdampak pada kondisi mental dan emosional mereka. Berdasarkan fenomena tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Apa saja bentuk trauma yang dialami korban KDRT di DP3A Kota Semarang? (2) Bagaimana pelaksanaan trauma healing melalui bimbingan kelompok dapat mendukung proses pemulihan trauma korban? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk trauma yang dialami korban serta mengkaji implementasi program bimbingan kelompok dalam proses penyembuhan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan psikolog dan pendamping korban, observasi langsung kegiatan bimbingan kelompok, serta dokumentasi. Sementara itu, data dari korban KDRT diperoleh melalui angket tertutup menggunakan Google Form berdasarkan indikator penelitian guna menjaga kenyamanan dan kerahasiaan identitas korban. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik agar hasilnya valid dan dapat dipercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Korban KDRT di DP3A Kota Semarang mengalami dua bentuk trauma utama, yaitu trauma fisik dan trauma psikologis. Trauma fisik berupa memar, luka, dan rasa sakit akibat kekerasan. Trauma psikologis mencakup lima aspek: gangguan fisik (seperti kelelahan dan sulit tidur), kognitif (merasa tidak berharga, bingung, menyalahkan diri), sosial (sulit membangun relasi dan percaya orang lain), emosional (takut, cemas, sedih), dan perilaku (menarik diri, menghindari pemicu trauma). (2) Proses trauma healing dilaksanakan dalam empat tahapan: tahap awal (pembentukan dan penciptaan rasa aman), tahap pertengahan (eksplorasi dan pengolahan trauma melalui support group), tahap akhir (refleksi dan penguatan diri menggunakan teknik ekspositori), dan tahap lanjutan (monitoring dan konsolidasi). Melalui proses ini, korban menunjukkan pemulihan trauma dalam lima aspek: emosional (mengelola rasa takut dan cemas), kognitif (pola pikir lebih positif), perilaku (lebih aktif dan tidak menghindari trauma), sosial (memperbaiki relasi sosial), dan fisik (penurunan gejala psikosomatis).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Trauma Healing; Bimbingan dan Pendampingan; Korban Kekerasan |
| Subjects: | 100 Philosophy and psychology > 150 Psychology 300 Social sciences > 303 Social processes > 303.6 Conflict and conflict resolution 300 Social sciences > 305 Social groups > 305.3 People by gender or sex |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 05:20 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 05:20 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31108 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
