Mekanisme bertahan hidup (survival mechanism) pemulung di kawasan TPST Bantargebang Kota Bekasi
Nahdah, Thasfia Shabrina (2025) Mekanisme bertahan hidup (survival mechanism) pemulung di kawasan TPST Bantargebang Kota Bekasi. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2106026125THASFIA_SHABRINA_NAHDAH-0.docx - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (25MB)
Abstract
Pemulung merupakan kelompok masyarakat marginal yang menggantungkan hidup dari aktivitas pengumpulan dan pemilahan sampah bernilai ekonomis. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Kota Bekasi merupakan pusat pengelolaan sampah terbesar di Indonesia yang menjadi ruang hidup sekaligus ruang kerja bagi ribuan pemulung. Keberadaan pemulung di TPST Bantargebang sangat erat kaitannya dengan aktivitas informal pengelolaan sampah, di mana mereka menggantungkan hidup pada hasil pungutan barang bernilai ekonomis dari tumpukan sampah. Dalam realitasnya, para pemulung menghadapi berbagai tekanan dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan yang keras serta minim perlindungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tekanan ekonomi, sosial, dan lingkungan terhadap kehidupan pemulung di kawasan TPST Bantargebang Kota Bekasi, dan mengungkap bagaimana mekanisme bertahan hidup pemulung di kawasan TPST Bantargebang Kota Bekasi.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi non-partisipan dan wawancara tidak terstruktur digunakan dalam penelitian ini. Sumber data primer penelitian ini diperoleh langsung dari informan yaitu pemulung di kawasan TPST Bantargebang, sehingga dapat memberikan data yang valid. Sedangkan data sekunder sebagai data tambahan yang tidak didapatkan dari lapangan, seperti jurnal, buku, skripsi, dokumen, dan data statistik. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teori mekanisme bertahan dari James C Scott. Adapun teknik analisis data menggunakan model induktif.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Pemulung di kawasan TPST Bantargebang menghadapi tekanan ekonomi berupa pendapatan yang rendah dan tidak menentu, tingginya biaya hidup di perkotaan, utang terhadap pengepul. Dari sisi sosial, pemulung mengalami stigma dan diskriminasi dari masyarakat luar, serta keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan. Sementara itu, tekanan lingkungan muncul dari kondisi kerja yang tidak aman, paparan langsung terhadap limbah berbahaya, serta tempat tinggal yang tidak layak di sekitar lokasi kerja. 2). Mekanisme bertahan yang dilakukan pemulung berupa menghemat pengeluaran harian, memanfaatkan dan mengolah kembali barang temuan, solidaritas antar anggota keluarga dan komunitas, membuka usaha kecil, lebih berhati-hati serta menggunakan peralatan seadanya untuk melindungi diri, dan pengepul dijadikan patron. Strategi tersebut menunjukkan ketangguhan dan tahan banting pemulung dalam merespons kondisi yang penuh keterbatasan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bertahan hidup; Pemulung; TPST Bantargebang |
| Subjects: | 600 Technology (Applied sciences) > 650 Management and auxiliary services > 657 Accounting |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 69201 - Sosiologi |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 02:09 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 02:20 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31552 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
