BIMBINGAN MENTAL SPIRITUAL UNTUK MENUMBUHKAN SELF COMPASSION PADA ANAK TERLANTAR DI PANTI PELAYANAN SOSIAL ANAK (PPSA) SUKO MULYO TEGAL
RAHMAWATI, ZENADA RIZQI (2025) BIMBINGAN MENTAL SPIRITUAL UNTUK MENUMBUHKAN SELF COMPASSION PADA ANAK TERLANTAR DI PANTI PELAYANAN SOSIAL ANAK (PPSA) SUKO MULYO TEGAL. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2101016030ZENADA_RIZQI_RAHMAWATI-0.docx - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (7MB)
Abstract
Skripsi ini berjudul “(Bimbingan Mental Spiritual Untuk Menumbuhkan Self Compassion Pada Anak Terlantar di Panti Pelayanan Sosial Anak (PPSA) Suko Mulyo Tegal)”. Ditulis oleh Zenada Rizqi Rahmawati , NIM 2101016030, Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Dilihat dari angka anak terlantar yang terus meningkat, terdapat peraturan pemerintah Nomor 52 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Nomor 4 Tahun 2020 tentang Rehabilitasi Sosial Anak Terlantar. Kegiatan Bimbingan Mental Spiritual dapat memberikan peningkatan secara psikologis dalam kematangan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan mental spiritual dalam menumbuhkan self compassion pada anak terlantar di Panti Pelayanan Sosial Anak (PPSA) Suko Mulyo Tegal.
Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Sumber dan jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun uji keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis penelitian ini menggunakan data reduction, data display, dan verification.
Hasil penelitian di Panti Pelayanan Sosial Anak (PPSA) Suko Mulyo Tegal dapat membantu menumbuhkan self compassion anak terlantar, terutama dilihat dari tiga unsur yaitu: 1) Materi Akhlak berupa Tawadhu, Husnudzan dan Tawakal, Mateti Akidah berupa Tauhid, iman kepada Allah, iman kepada takdir dan materi Syariah berupa sholat dan puasa. 2) Metode secara langsung yang dilakukan secara kelompok maupun individual berupa ceramah, sharing session, diskusi dan tanya jawab secara face to face antara pembimbing dan penerima manfaat. 3) Tahapan (Takhalli, Tahalli, dan Tajalli). Tahap Takhalli, pada tahap ini pembimbing meminta penerima manfaat untuk mengosongkan hati dan pikiran yang bersifat negative. Tahap Tahalli, pada tahap ini pembimbing meminta penerima manfaat untuk mengisi pikiran dengan hal yang positif serta memberikan arahan agar penerima manfaat dapat menerima segala ujian dengan sabar dan Ikhlas. Tahap Tajalli, pada tahap ini pembimbing meminta penerima manfaat untuk dzikir, tafakur, muraqabah. Materi, metode serta tahapan tersebut mampu menumbuhkan self compassion dilihat dari tiga aspek yaitu: a) aspek self kindness (kebaikan pada diri sendiri)) yang tumbuh berupa bisa memaafkan diri sendiri ketika mengalami kegagalan, b) aspek common humanity (sifat manusiawi) yang tumbuh berupa anggapan masalah dan ujian adalah suatu hal yang wajar, c) aspek mindfulness (kesadaran penuh atas situasi saat ini) yang tumbuh berupa bisa menerima kondisi dan situasi yang dialami dengan Ikhlas dan sabar
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bimbingan Mental Spiritual; Self compassion; Anak Terlantar |
| Subjects: | 300 Social sciences > 305 Social groups |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 03:12 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 03:12 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31570 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
