Analisis kemampuan berpikir kritis siswa ditinjau dari teori kepribadian Carl Gustav Jung pada materi sistem persamaan linear dua variabel kelas IX-A MTs Al-Musyaffa tahun ajaran 2024/2025
Fatimah, Sajidah (2025) Analisis kemampuan berpikir kritis siswa ditinjau dari teori kepribadian Carl Gustav Jung pada materi sistem persamaan linear dua variabel kelas IX-A MTs Al-Musyaffa tahun ajaran 2024/2025. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_1808056022_Sajidah_Fatimah.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (7MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah kontekstual matematika, khususnya pada materi SPLDV. Namun, banyak siswa masih kesulitan dalam memahami soal, memodelkan informasi, dan menarik kesimpulan logis. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah tipe kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IX-A MTs Al-Musyaffa berdasarkan tipe kepribadian introvert dan ekstrovert menurut teori Carl Gustav Jung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa yang telah diklasifikasikan ke dalam tipe kepribadian introvert dan ekstrovert melalui angket MBTI, serta tingkat kemampuan berpikir kritis yang mencakup kategori tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian berupa tes uraian kemampuan berpikir kritis yang dianalisis berdasarkan indikator Perkins dan Murphy, yaitu klarifikasi, asesmen, inferensi, dan strategi, serta wawancara untuk memperdalam hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas IXA MTs Al-Musyaffa Mijen Semarang pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) bervariasi dan dipengaruhi oleh tipe kepribadian. Dari 21 siswa, sebanyak 14 siswa (66,67%) memiliki kepribadian ekstrovert dan 7 siswa (33,33%) berkepribadian introvert. Tingkat kemampuan berpikir kritis siswa terbagi menjadi tiga kategori, yaitu tinggi (3 siswa), sedang (15 siswa), dan rendah (3 siswa). Siswa dengan kepribadian introvert cenderung unggul pada indikator klarifikasi dan asesmen, sedangkan siswa dengan kepribadian ekstrovert lebih menonjol pada indikator strategi. Perbedaan karakteristik kepribadian memengaruhi cara siswa memproses informasi dan menyelesaikan masalah, meskipun tidak secara langsung menentukan tingkat kemampuan berpikir kritis.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Berpikir kritis; Teoi kepribadian; Introvert; Ekstrovert; Carl Gustav Jung; Persamaan linear dua variabel |
| Subjects: | 500 Natural sciences and mathematics > 510 Mathematics > 512 Algebra and number theory |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > 84202 - Pendidikan Matematika |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 00:48 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 00:48 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31693 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
