Analisis kemampuan literasi numerasi siswa dalam menyelesaikan soal cerita HOTS pada topik PLSV ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif
Latif, Muhammad Khoirul (2025) Analisis kemampuan literasi numerasi siswa dalam menyelesaikan soal cerita HOTS pada topik PLSV ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2108056060_Muhammad_Khoirul_Latif.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (7MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi siswa dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada topik PLSV ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi numerasi sebagai salah satu kompetensi abad ke-21 yang menuntut siswa mampu menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pada praktiknya, siswa masih jarang dihadapkan dengan soal-soal non rutin berbasis kontekstual yang dapat mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi. Selain itu, guru juga belum pernah melakukan diferensiasi pembelajaran berdasarkan gaya kognitif siswa, sehingga potensi individual belum sepenuhnya terfasilitasi dalam proses pembelajaran.
Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek 30 siswa kelas VIII-G SMPN 18 Semarang. Klasifikasi gaya kognitif dilakukan melalui Matching Familiar Figures Test (MFFT), dengan hasil: reflektif (33,33%), impulsif (30%), fast-accurate (20%), dan slow-inaccurate (16,67%). Analisis dilakukan terhadap empat subjek terpilih yang mewakili gaya kognitif reflektif (RE-1, RE-2) dan impulsif (IM-1, IM-2). Instrumen penelitian berupa lima soal cerita HOTS (reliabilitas α = 0,804) dan pedoman wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi numerasi siswa reflektif bersifat seragam. Subjek RE-1 dan RE-2 belum mampu memenuhi ketiga indikator literasi numerasi, yaitu: (1) menggunakan berbagai angka dan simbol matematika dasar untuk menyelesaikan masalah dalam konteks kehidupan sehari-hari; (2) menganalisis informasi dalam berbagai format seperti grafik, tabel, bagan, atau diagram, serta; (3) menafsirkan hasil analisis untuk melakukan prediksi dan pengambilan keputusan. Sementara itu, subjek impulsif (IM-1 dan IM-2) yang menunjukkan latensi pendek dan keakuratan rendah, belum mampu memenuhi ketiga indikator tersebut. Berdasarkan temuan ini, Disarankan guru memberikan latihan soal HOTS secara terstruktur dan menerapkan differensiasi pembelajaran berdasarkan gaya kognitif. Penguatan terhadap pemahaman konseptual dan keterampilan pemodelan matematis juga perlu dilakukan untuk mendukung pengembangan literasi numerasi secara optimal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Literasi numerasi; Soal cerita; PLSV; Gaya kognitif reflektif; Gaya kognitif impulsif; HOTS |
| Subjects: | 500 Natural sciences and mathematics > 510 Mathematics > 518 Numerical Analysis |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > 84202 - Pendidikan Matematika |
| Depositing User: | Hizkia Chandra |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 01:22 |
| Last Modified: | 13 Jan 2026 01:22 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29013 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
