Perbedaan nilai deklinasi matahari terhadap durasi penampakan syafaq aḥmar : studi observasi di Desa Banyuurip Kecamatan Senori Kabupaten Tuban
Shofiyulloh, Ahmad Bayu (2025) Perbedaan nilai deklinasi matahari terhadap durasi penampakan syafaq aḥmar : studi observasi di Desa Banyuurip Kecamatan Senori Kabupaten Tuban. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2102046016_Ahmad_Bayu.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (4MB)
Abstract
Fenomena Matahari memengaruhi penentuan awal dan akhir waktu shalat. Ini mencakup fenomena syafaq, terutama syafaq aḥmar dan syafaq abyadh, yang menandakan berakhirnya waktu maghrib dan permulaan waktu Isya'. Di langit malam, kedua syafaq ini muncul pada tingkat pencahayaan yang berbeda, dengan syafaq aḥmar muncul lebih awal daripada syafaq abyadh. Sementara madzhab Hanafi dan Hambali menggunakan syafaq abyadh sebagai penentu awal Isya', madzhab tersebut juga kadang-kadang menggunakan syafaqul aḥmar. Ini dapat disebabkan oleh perubahan lintang dan musim di tempat yang berbeda, yang memengaruhi hilangnya syafaq. Syafaq aḥmar, yang juga dipengaruhi oleh kelembapan di atmosfer, akan hilang pada garis lintang yang berbeda dari Maghrib setiap hari. Selain itu, pada musim tertentu, keduanya akan hilang pada waktu yang berbeda dari Maghrib.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan nilai deklinasi Matahari terhadap durasi penampakan syafaq aḥmar yang lokasinya diambil di Desa Banyuurip Kecamatan Senori Kabupaten Tuban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis linear yang terdiri dari data ketinggian Matahari sebagai variebel X dan kecerlangan langit sebagai variebel Y yang diplot pada aplikasi Labplot, guna untuk mengetahui titik belok cahaya syafaq aḥmar mulai hilang. Penelitian dilaksanakan pada kondisi deklinasi Matahari negatif, nol atau khatulistiwa dan positif yang mana masing-masing selama 5 hari menggunakan alat SQM. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan membandingkan beberapa data.
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pada nilai deklinasi Matahari positif durasi penampakan berada pada rata-rata 50 menit, ketika nilai deklinasi Matahari nol durasi penampakan rata-rata 46 menit, sedangkan nilai deklinasi Matahari negatif durasi penampakan ada pada nilai 37 menit.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Durasi penampakan; Syafaq aḥmar; Deklinas matahari; SQM; Kabupaten Tuban |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 50202 - Ilmu Falak |
| Depositing User: | Arya Faith Pratama |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 02:43 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 02:43 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29206 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
