Makna simbolik dalam ritual Puja Bakti sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Buddha : studi kasus di Wihara Buddhagaya Watugong Semarang
Widari, Siti Sri (2025) Makna simbolik dalam ritual Puja Bakti sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Buddha : studi kasus di Wihara Buddhagaya Watugong Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2104036030_Siti_Sri_Widari.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (3MB)
Abstract
Penelitian dilakukan berdasarkan latar belakang bahwasannya ritual puja bakti rutin di Wihara Buddhagaya Watugong memiliki tata cara berbeda dari wihara lain serta kajian topik yang beragam setiap pelaksanaan dalam Minggunya.Variasi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan spiritual umat Buddha yang beragam dan memperkaya pengalaman spiritual serta memperdalam pengetahuan refleksi diri terhadap berbagai aspek kehidupan rohani umat Buddha. Keberadaan Watugong menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan agama Buddha di tanah air, terutama bagi umat Buddha yang menganut aliran Theravada. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tata cara pelaksanaan ritual puja bakti yang dilakukan di Wihara Buddhagaya Watugong Semarang dan apa saja makna yang terkandung di balik penggunaan simbol-simbol dalam puja bakti menurut pandangan ajaran Buddha. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif lapangan dengan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi berdasarkan dua sumber data yaitu primer dan sekunder. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa ritual puja bakti dalam agama Buddha adalah tindakan spiritual mendalam yang mempererat hubungan individu dengan Buddha, Dhamma, dan Sangha. Lebih dari sekadar seremonial, ritual ini sebagaimana dikemukakan Mariasusai Dhavamony berperan sebagai ritual konstitutif yang memperkuat tatanan sosial dan keyakinan sakral dalam komunitas Buddhis. Ritual puja memiliki urutan tata cara terstruktur dengan tahapan yang jelas dan sejalan dengan pola rites de passage oleh Arnold van Gennep, yaitu pemisahan, transisi, dan reintegrasi. Simbol-simbol yang digunakan, seperti patung Buddha, lilin, bunga, dupa, dan Tripitaka, memiliki makna filosofis dan spiritual yang mendalam, bukan sekadar objek fisik. Menurut Geertz, simbol-simbol ini membentuk realitas sosial dan pengalaman subjektif umat Buddha, dan pemahaman mendalam atas makna-makna ini penting untuk memahami agama sebagai sistem simbol yang hidup. Penelitian ini memberikan implikasi dan pemahaman mendalam bagi umat Buddha khususnya aliran Theravada.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ritual; Puja bakti; Makna simbolik; Wihara; Agama Buddha |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 294 Religions of Indic origin > 294.3 Buddhism / Buddha |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76234 - Studi Agama-agama |
| Depositing User: | Arya Faith Pratama |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 04:53 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 04:53 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29228 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
