Potret moderasi beragama dan simbol kerukunan melalui kanopi penghubung masjid dan gereja di Desa Winong Pati

Nisa, Maulida Izzatun (2025) Potret moderasi beragama dan simbol kerukunan melalui kanopi penghubung masjid dan gereja di Desa Winong Pati. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2104036056_Maulida_Izzatun_Nisa] Text (Skripsi_2104036056_Maulida_Izzatun_Nisa)
Skripsi_2104036056_Maulida_Izzatun_Nisa.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (7MB)

Abstract

Keberagaman agama merupakan bagian dari realitas sosial yang telah mengakar sejak lama. Kendati demikian, praktik intoleransi tetap menjadi tantangan persoalan yang muncul di berbagai daerah. Di dalam konteks tersebut, Desa Winong Kabupaten Pati menawarkan sebuah contoh praktik moderasi beragama melalui keberadaan kanopi yang menghubungkan antara masjid dan gereja. Fenomena unik ini menarik perhatian karena merepresentasikan harmoni sosial dalam ruang publik yang dibangun di atas nilai-nilai toleransi dan saling menghormati. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemahaman konsep moderasi beragama dan potret moderasi beragama serta simbol kerukunan antarumat beragama melalui kanopi penghubung antara masjid dan gereja di Winong Pati. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Teknik analisis data yang digunakan merujuk pada teori simbol Carl G. Jung, yang menyatakan bahwa simbol adalah sebuah istilah, nama atau bahkan gambar yang mungkin sudah biasa dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki makna tambahan berdasarkan kesepakatan bersama. Data primer diperoleh melalui observasi serta wawancara mendalam dengan sejumlah informan, termasuk tokoh agama dan masyarakat setempat. Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari telaah pustaka mengenai moderasi beragama, kerukunan sosial, serta konsep simbol menurut para ahli. Temuan penelitian mencakup dua hal utama. Pertama, masyarakat Winong di Kabupaten Pati memahami moderasi beragama sebagai sikap beragama yang seimbang dan toleran dalam kehidupan sosial. Masyarakat memaknainya sebagai kemampuan untuk berpegang pada ajaran masing-masing, sambil tetap menghargai keyakinan orang lain, yang tercermin dalam perilaku sehari-hari seperti fleksibilitas waktu ibadah serta sikap saling menghormati hak beribadah. Pemahaman ini menunjukkan penerapan nilai-nilai moderasi beragama seperti keseimbangan, keadilan, dan sikap tengah dalam kehidupan keagamaan mereka. Kedua, hasil penelitian menggambarkan potret moderasi beragama di Desa Winong dalam bentuk kerukunan antara umat Islam dan Kristen. Harmoni ini tampak dalam aktivitas sehari-hari, termasuk koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan, partisipasi bersama dalam kegiatan sosial, dan pemanfaatan fasilitas umum secara kolektif. Simbol paling nyata dari kerukunan ini adalah keberadaan kanopi yang menghubungkan antara masjid dan gereja yang dipahami sebagai simbol kerukunan dan persatuan dalam perbedaan, serta wujud nyata dari moderasi beragama yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat setempat.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Moderasi beragama; Simbol; Kerukunan beragama; Masjid; Gereja
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 201 Religious mythology, general classes of religion, interreligious relations and attitudes, social theology
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76234 - Studi Agama-agama
Depositing User: Gilang D. Wibowo
Date Deposited: 03 Feb 2026 04:57
Last Modified: 03 Feb 2026 04:57
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29237

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics