Konsep taḥadduṡ bi ni‘mah sebagai ekspresi syukur dalam perspektif Al-Qur’an : studi komparatif Tafsir al-Azhār dan Tafsir al-Munīr
Al Munaf, Bayu Sempana (2025) Konsep taḥadduṡ bi ni‘mah sebagai ekspresi syukur dalam perspektif Al-Qur’an : studi komparatif Tafsir al-Azhār dan Tafsir al-Munīr. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_1804026014_Bayu_Sempana_Al_Munaf.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Di zaman sekarang ini yang cepat dalam perkembangan teknologi, menerapkan konsep taḥadduṡ bi ni‘mah selain dilakukan di lingkungan sekitar juga bisa dilakukan melalui media sosial, akan tetapi dalam menceritakan dan menyebarkan nikmat yang dimiliki harus dengan cara yang hati-hati, agar tidak terjerumus kedalam sikap riya’ atau pamer. Dari hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk mengkaji bagaimana pandangan Buya Hamka dalam kitabnya tafsir Al-Azhār dan pandangan Wahbah Zuhaili dalam kitabnya tafsir Al-Munīr dalam membahas konsep taḥadduṡ bi ni‘mah yang ada di dalam Al-Qur’an, adapun tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui penafsir Buya Hamka dan Wahbah Zuhaili serta mengetahui perbedaan dari kedua kitab tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif, serta menggunakan jenis penelitian perpustakaan, yakni kajian ilmiah yang penelitiannya mengambil informasi dan data yang asalnya dalam bentuk material dan dapat ditemukan di dalam ruangan perpustakaan seperti majalah, catatan, buku, kisah sejarah, dokumen, dan sebagainya. Setelah melalui proses penelitian yang panjang penulis mendapatkan kesimpulan bahwa taḥadduṡ bi ni‘mah merupakan sebuah konsep yang mengutamakan perasaan syukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, dengan cara membicarakan dan menyebar nikmat yang dimilikinya dan berharapan agar perbuatannya dapat ditiru oleh orang lain. Di dalam Al-Qur’an konsep ini dijelaskan pada Qs. Aḍ-ḍuḥā (93) ayat 11. Perbedaan antara kedua kitab tafsir tersebut adalah di dalam tafsir Al-Azhār mensyukuri nikmat dengan darmakan kekayaan harta maupun sifat kejiwaan, boleh bercerita tetapi harus sesuai dengan apa yang dilakukan dan pada saat membantu orang fakir dilarang menyebutkan kekayaan karena merupakan perilaku sombong. Dalam tafsir Al-Munīr mensyukuri nikmat Kenabian, Al-Qur’an, dan nikmat yang lain dengan menyebarkannya, menceritakan nikmat diperbolehkan dengan mutlak, lebih dianjurkan memiliki tujuan lain yaitu menjadi contoh yang teladan untuk orang lain, ketika ditakutkan dapat menimbulkan rasa ujub dan fitnah, maka lebih baik menyembunyikan nikmat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Taḥadduṡ bi ni‘mah; Nikmat; Syukur; Tafsir Al-Azhār; Tafsir Al-Munīr |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Hizkia Chandra |
| Date Deposited: | 04 Feb 2026 00:54 |
| Last Modified: | 04 Feb 2026 00:54 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29242 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
