Lafal istifhām “man aẓlam” dalam Al-Qur’an : studi komparatif Tafsir al-Maraghi dan Tafsir fi Zhilalil Qur’an

Ratnasari, Alfina Puji (2025) Lafal istifhām “man aẓlam” dalam Al-Qur’an : studi komparatif Tafsir al-Maraghi dan Tafsir fi Zhilalil Qur’an. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2004026121_Alfina_Puji_Ratnasari] Text (Skripsi_2004026121_Alfina_Puji_Ratnasari)
Skripsi_2004026121_Alfina_Puji_Ratnasari.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Permasalahan sosial yang sampai saat ini masih jadi topik hangat yaitu persoalan mengenai perilaku kezaliman. Zalim diartikan sebagai suatu perbuatan yang dilakukan bukan pada tempatnya, dan diartikan juga sebagai tindakan aniaya, bengis, tidak adil, kejam, dan tidak menaruh belas kasihan. Namun, dalam klasifikasi kata zalim yang bermakna lebih pada kata “man aẓlam” memiliki makna yang berbeda. Untuk itu kajian ini penulis ingin meneliti makna dari “man aẓlam” yang ada di al-Qur’an dengan tujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dalam penafsiran kata “man aẓlam” secara mendalam sesuai dengan penafsiran ulama-ulama tafsir. Tulisan ini mengkaji mengenai pemaknaan “man aẓlam” dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif komparatif. Deskriptif komparatif yaitu menjelaskan pandangan kedua tokoh tersebut secara rinci, kemudian membandingkannya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Penulis menggunakan teknik pengumpulan data studi pustaka atau studi dokumenter dengan cara mencari dan mengumpulkan literatur-literatur yang relevan dan berkaitan dengan objek kajian dari berbagai sumber baik offline maupun online, seperti buku, kitab tafsir, jurnal, skripsi, tesis, dan berbagai literatur lain yang menunjang penelitian.
Dengan itu penelitian ini memilih mengeksplorasi dan membandingkan terkait persamaan maupun perbedaan kata “man aẓlam” menurut penafsiran dari Ahmad Musthafa Al-Maraghi dalam tafsir Al-Maraghi dan Sayyid Quthb dalam tafsir Fi Zhilalil Qur’an, yang mana keduanya memiliki pandangan berbeda mengenai kata “man aẓlam” ini. Adapun hasil dari makna “man aẓlam” dari penelitian ini yaitu bahwa dalam konteks ini kezaliman diartikan sebagai perilaku yang lebih zalim dalam kekufuran karena sama-sama dalam mendustakan Allah dan ayat-ayatnya. Namun, Al-Maraghi menafsirkan dalam kitab Tafsir Al-Maraghi terhadap kata “man aẓlam” yaitu diartikan sebagai perbuatan lebih zalim dan lebih bermusuhan. Al-Maraghi mengartikan bahwa perbuatan itu lebih zalim karena mengada-adakan dusta dan mengingkari ayat-ayat Allah serta menganggap wahyu yang diturunkan oleh Allah adalah sebuah sihir. Sedangkan dalam pandangan Tafsir Fi Zhilalil Qur’an kata “man aẓlam” diartikan sebagai perilaku yang lebih zalim. Sayyid Quthb mengartikan maksud yang lebih zalim disini karena perilaku Bani Israil yang menolak dan memilih memerangi ajaran baru (Agama Islam) secara membabi buta.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Al-Maraghi; Lafal istifhām; Man aẓlam; Sayyid Quthb; Tafsir al-Maraghi; Tafsir fi Zhilalil Qur’an
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Hizkia Chandra
Date Deposited: 04 Feb 2026 01:12
Last Modified: 04 Feb 2026 01:12
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29251

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics