Narsisme dalam Al-Qur’an : pendekatan Maqāṣid Tafsir WaṣfῙ Āsyūr terhadap kisah Qārūn dalam Surat Al-Qaṣaṣ ayat 76-82
Hudiana, Putri Mila (2025) Narsisme dalam Al-Qur’an : pendekatan Maqāṣid Tafsir WaṣfῙ Āsyūr terhadap kisah Qārūn dalam Surat Al-Qaṣaṣ ayat 76-82. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2104026025_Putri_Mila_Hudiana.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Dalam konteks modern, perilaku narsisme kian marak, didorong oleh kemajuan teknologi dan media sosial yang memfasilitasi individu memamerkan diri dan mencari pengakuan. Fenomena ini telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk psikolog dan sosiolog, karena dampak negatifnya terhadap individu dan masyarakat. Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam, diyakini mengandung solusi atas berbagai persoalan manusia, termasuk narsisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep narsisme dalam Al-Qur'an, khususnya melalui kisah Qarun dalam Surat Al-Qasas ayat 76-82, dengan menggunakan pendekatan Maqāṣid Tafsir Waṣfī ‘Āsyūr. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer bersumber dari Al-Qur'an Surat Al-Qasas ayat 76-82, sedangkan data sekunder berasal dari buku-buku tafsir, jurnal ilmiah, dan karya tulis lain yang relevan dengan narsisme dan Maqāṣid Tafsir. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif analitis, menginterpretasikan ayat-ayat terkait narsisme dalam kisah Qarun berdasarkan pendekatan Maqāṣid Tafsir Waṣfī ‘Āsyūr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narsisme dalam kisah Qarun pada Surat Al-Qasas ayat 76-82 digambarkan sebagai perilaku kebanggaan diri yang berlebihan atas harta dan kekuasaan, kesombongan, dan penolakan terhadap nasihat kebaikan. Qarun menganggap semua kekayaannya adalah hasil dari kemampuannya sendiri, tanpa menyandarkannya kepada Allah SWT. Pendekatan Maqāṣid Tafsir Waṣfī ‘Āsyūr mengungkap bahwa kisah ini memiliki tujuan utama untuk menjaga agama (hifz al-din), menjaga akal (hifz al-aql), dan menjaga harta (hifz al-mal) dengan memperingatkan manusia tentang bahaya narsisme yang dapat merusak ketiga maqāṣid tersebut. Kisah Qarun memberikan pelajaran tentang pentingnya syukur, rendah hati, dan menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT, serta dampak buruk dari kesombongan dan keangkuhan yang berujung pada kehancuran.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Narsisme; Tafsir Al-Qur’an; Kisah Qārūn; Pendekatan Maqāṣidī; Tafsir Waṣfī Āsyūr Abū Zayd |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1228 Nonreligious subjects treated in the Al-Quran |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Hizkia Chandra |
| Date Deposited: | 04 Feb 2026 01:34 |
| Last Modified: | 04 Feb 2026 01:34 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29258 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
