Perbedaan penentuan Makkiyah-Madaniyah pada QS. Ar-Ra’d dalam Tafsir Ibnu Kaṡīr dan Tafsir Kemenag RI serta implikasinya

Alfiatuzahro, Sofi (2025) Perbedaan penentuan Makkiyah-Madaniyah pada QS. Ar-Ra’d dalam Tafsir Ibnu Kaṡīr dan Tafsir Kemenag RI serta implikasinya. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2104026049_Sofi_Alfiatuzahro] Text (Skripsi_2104026049_Sofi_Alfiatuzahro)
Skripsi_2104026049_Sofi_Alfiatuzahro.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya ilmu Makkiyah dan Madaniyah dalam studi tafsir sebagai alat untuk memahami konteks pewahyuan dan kandungan makna Al-Qur’an secara lebih akurat. QS. Ar-Ra’d menjadi menarik dikaji karena statusnya diperselisihkan sebagai surat Makkiyah atau Madaniyah, khususnya dalam dua tafsir yaitu, Tafsir Ibnu Kaṡīr dan Tafsir Kemenag RI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan metode klasifikasi Makkiyah-Madaniyah yang digunakan oleh kedua tafsir tersebut serta mengkaji implikasinya terhadap penafsiran QS. Ar-Ra’d secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi komparatif. Data diperoleh dari dua sumber utama, yaitu Tafsir al-Qur’ān al-‘Aẓīm karya Ibnu Kaṡīr dan Al-Qur’an dan Tafsirnya terbitan Kementerian Agama RI. Teknik analisis dilakukan secara deskriptif dan komparatif terhadap ayat-ayat QS. Ar-Ra’d dengan menyoroti titik-titik penting yang menunjukkan perbedaan metodologi klasifikasi serta dampaknya dalam penafsiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan klasifikasi mempengaruhi fokus dan gaya penafsiran. Tafsir Ibnu Kaṡīr mengklasifikasikan seluruh surat Ar-Ra’d sebagai Madaniyah berdasarkan riwayat Qatadah, dengan penekanan pada aspek sosial-keagamaan umat Islam Madinah. Sementara itu, Tafsir Kemenag RI menyebut surat ini sebagai Makkiyah, kecuali ayat 8-13, dengan penafsiran yang lebih kontekstual, relevan dengan kondisi kaum Muslimin Makkah yang tertindas dan peringatan keras kepada kaum kafir Quraisy. Implikasi perbedaan ini tercermin pada ayat 30, dimana kedua tafsir memiliki perbedaan dalam menentukan objek dakwah yang dituju oleh ayat tersebut pada penafsiran. Tafsir Ibnu Kaṡīr mengaitkan ayat ini dengan peristiwa pada hari Hudaibiyyah yang menunjukkan konteks Madani. Sementara dalam Tafsir Kemenag RI, ayat ini tetap dimaknai sebagai bagian dari respons atas tantangan dakwah Nabi di Makkah. Menjelaskan bahwa penolakan berasal dari kafir Quraisy, dikaitkan dengan strategi dakwah pada masa awal. Pada ayat 31, Tafsir Kemenag menyebutkan asbabun nuzul secara eksplisit, sementara Ibnu Kaṡīr tidak menyebutkannya. Selain itu, identifikasi objek kecaman juga berbeda: Tafsir Kemenag secara spesifik menyebut "kaum kafir Makkah", sedangkan Tafsir Ibnu Kaṡīr hanya menyebut "orang kafir", yang membuka ruang penafsiran lebih umum. Hal ini menegaskan bahwa penentuan Makkiyah-Madaniyah berdampak langsung pada arah, pesan, dan fokus penafsiran terhadap kandungan QS. Ar-Ra’d, serta turut memengaruhi pemahaman pembaca terhadap konteks ayat.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Makkiyah-Madaniyah; Tafsir Ibnu Kaṡīr; Tafsir Kemenag RI; QS. Ar-Ra’d; Komparatif tafsir
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Hizkia Chandra
Date Deposited: 04 Feb 2026 01:35
Last Modified: 04 Feb 2026 01:35
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29262

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics