Representasi proses taubat dan zakat dalam kisah Abu Lubabah prespektif psikoanalisis Sigmund Freud : studi QS At-Taubah ayat 102-103
Baiyah, Khoridathul (2025) Representasi proses taubat dan zakat dalam kisah Abu Lubabah prespektif psikoanalisis Sigmund Freud : studi QS At-Taubah ayat 102-103. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2104026106_Khoridathul_Baiyah.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Taubat dan zakat adalah kewajiban fundamental dalam Islam yang bertujuan untuk membersihkan diri dari dosa. Namun, nyatanya umat muslim masih belum memahami esensi dari kedua ibadah tersebut dengan baik. Laporan dari Baznas kota Yogyakarta menyebutkan bahwa tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat yang rendah masih menjadi problem utama dalam pengumpulan zakat di Indonesia. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan dinamika psikis dalam proses taubat dan zakat dari salah satu tokoh sahabat yaitu Abu Lubabah (id, ego, dan super-ego) dalam QS At-Taubah ayat 102-103 dengan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan menggunakan kitab-kitab tafsir dan buku-buku karya Sigmund Freud sebagai rujukan utamanya. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kesalahan Abu Lubabah tidak ikut perang tabuk bersumber dari dorongan id berupa kecintaan pada harta. Konflik batin timbul ketika super-ego menuntut pertanggungjawaban dari Tindakan Abu Lubabah, sehingga memicu rasa bersalah pada dirinya. Sebagai mediator, ego Abu Lubabah bermanifestasi dalam tindakan seperti mengikat diri di masjid dan kesediaan membayar zakat, merepresentasikan upaya menyeimbangkan id dan super-ego demi ketenangan jiwa. Zakat berfungsi sebagai simbol pembersihan dan penyucian yang mengembalikan keseimbangan psikologis serta spiritual Abu Lubabah. Dengan demikian, kisah Abu Lubabah menggambarkan perjalanan batin dari kesalahan yang didorong oleh id menuju penyucian melalui taubat dan zakat, dimediasi oleh ego dan didukung oleh super-ego, hal itu untuk mencapai ampunan dan ketenteraman jiwa sesuai yang ada dalam QS At-Taubah 102-103.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Psikoanalisis; Representasi; Sigmund Freud; Taubat; Zakat; Kisah Abu Lubabah |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Hizkia Chandra |
| Date Deposited: | 04 Feb 2026 01:38 |
| Last Modified: | 04 Feb 2026 01:38 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29265 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
