Metode penentuan awal Ramadan dan Syawal Pondok Pesantren Darul Ulumi Wal-Amal Ntobo Kota Bima : tinjauan sosial

Kurniawan, Kurniawan (2025) Metode penentuan awal Ramadan dan Syawal Pondok Pesantren Darul Ulumi Wal-Amal Ntobo Kota Bima : tinjauan sosial. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Tesis_2202048035_Kurniawan] Text (Tesis_2202048035_Kurniawan)
Tesis_2202048035_Kurniawan.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (956kB)

Abstract

Perbedaan penetapan awal Ramadan dan Syawal di Indonesia masih kerap terjadi di kalangan masyarakat, khususnya di lingkungan pondok pesantren. Salah satu faktor utama yang memengaruhi perbedaan tersebut adalah penggunaan metode yang berbeda. Pondok Pesantren Darul Ulumi Wal-Amal, memiliki metode tersendiri dalam menentukan awal Ramadan dan Syawal. Hal ini menyebabkan terjadinya perbedaan penetapan antara pihak pesantren dengan keputusan pemerintah. Penelitian ini akan menjawab dua permasalahan utama yaitu (1) bagaimana metode penentuan awal Ramadan dan Syawal Pondok Pesantren Darul Ulumi Wal-Amal? (2) mengapa banyak jamaah yang mengikuti metode penentuan awal Ramadan dan Syawal Pondok Pesantren Darul Ulumi Wal-Amal?. Tesis ini, merupakan penelitian kualitatif dengan kajian lapangan (Field Researh). Metode pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data kemudian di analisis dengan deskriptif analitik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penentuan awal Ramadan dan Syawal di Pondok pesantren Darul Ulumi Wal-Amal menggunakan ḥisāb lokal Metode ini dilakukan dengan cara menambahkan 5 atau 12 hari dari awal Ramadan tahun sebelumnya untuk mendapatkan ramadan yang dicari, atau menggunakan acuan hari wukuf di Arafah dengan penambahan 6 hari jika awal Ramadan sebelumnya tidak diketahui. Untuk penentuan Syawal, bulan Ramadan selalu digenapkan menjadi 30 hari, dan hari ke-31 ditetapkan sebagai 1 Syawal. Secara astronomi, metode ini tidak merujuk pada data hilal kontemporer, namun secara sosial diterima luas karena legitimasi otoritas karismatik kiai dan hubungan patronase yang kuat antara pesantren dan masyarakat. Masyarakat mengikuti keputusan kiai bukan semata karena pertimbangan ilmiah, melainkan karena kepercayaan spiritual dan kontinuitas tradisi lokal yang telah mengakar.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Awal Ramadan; Awal Syawal; Pondok pesantren; Awal bulan Kamariah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2) > 50102 - Ilmu Falak (S2)
Depositing User: Hizkia Chandra
Date Deposited: 06 Feb 2026 01:06
Last Modified: 06 Feb 2026 01:06
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29274

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics