Analisis perbandingan pemikiran Ibnu Qudamah dan Wahbah Az-Zuhayli tentang konsep kafālah serta relevansinya terhadap praktik bank garansi

Dina, Hana Rahma (2025) Analisis perbandingan pemikiran Ibnu Qudamah dan Wahbah Az-Zuhayli tentang konsep kafālah serta relevansinya terhadap praktik bank garansi. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2102036082_Hana_Rahma_Dina] Text (Skripsi_2102036082_Hana_Rahma_Dina)
Skripsi_2102036082_Hana_Rahma_Dina.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Konsep kafālah dalam Islam merupakan bentuk tanggung jawab hukum yang dibebankan kepada pihak penjamin untuk menanggung kewajiban pihak lain dalam urusan perdata maupun keuangan. Pemahaman terhadap konsep ini telah dijelaskan secara komprehensif oleh para ulama, di antaranya Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni dan Wahbah Az-Zuhayli dalam Fiqh al-Islāmī wa Adillatuhū. Keduanya memiliki pandangan yang berbeda dalam metodologi dan penerapan hukum, namun memiliki kesamaan dalam prinsip dasar kafālah sebagai akad yang sah dalam Islam.
Adapun permasalahan yang dikaji adalah: Pertama, bagaimana analisis perbandingan konsep kafālah perspektif Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni dan Wahbah Az-Zuhayli dalam kitab Fiqh al-Islāmī wa Adillatuhū. Kedua, bagaimana relevansi pemikiran keduanya terhadap praktik bank garansi syariah kontemporer. Jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode pendekatan konsep dan pendekatan perbandingan (comparatif approach). Data primer diperoleh dari kitab Al-Mughni dan Fiqh al-Islāmī wa Adillatuhū, serta diperkuat dengan literatur sekunder seperti jurnal, fatwa, dan literatur fikih kontemporer. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keduanya sepakat bahwa akad jaminan adalah sah secara syar’i jika memenuhi rukun dan syarat yang ditetapkan. Ibnu Qudamah lebih konservatif dengan menolak segala bentuk imbalan dalam akad kafālah, mensyaratkan objek jaminan berupa kewajiban yang sudah pasti, dan menolak hak regres (hak penagihan oleh penjamin) jika dilakukan tanpa izin pihak yang dijamin. Dalam hal ini, pendekatan Ibnu Qudamah lebih kuat dan tegas dalam menjaga keadilan bagi pihak yang dijamin agar tidak dibebani tanggung jawab sepihak. Di sisi lain, Wahbah Az-Zuhayli bersifat lebih fleksibel, membolehkan kompensasi dalam kondisi darurat, serta membuka peluang adanya hak regres (hak penagihan oleh penjamin) tanpa izin jika didukung oleh ‘urf atau maslahat. Pendekatannya lebih relevan untuk diterapkan dalam praktik bank garansi syariah yang menuntut adanya fee, fleksibilitas objek, dan keterlibatan institusi profesional. Dengan demikian, pemikiran Ibnu Qudamah lebih unggul dalam menjaga prinsip kehati-hatian hukum, sedangkan Wahbah Az-Zuhayli lebih adaptif terhadap kebutuhan lembaga keuangan syariah kontemporer.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kafālah; Analisis perbandingan; Ibnu Qudamah; Wahbah Az-Zuhayli; Bank garansi
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74234 - Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Hizkia Chandra
Date Deposited: 09 Feb 2026 07:50
Last Modified: 09 Feb 2026 07:50
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29304

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics