Manajemen kurikulum pendidikan anak usia dini (studi di TK Budi Mulya Pedurungan Semarang)

Watsiq, Ahmad (2009) Manajemen kurikulum pendidikan anak usia dini (studi di TK Budi Mulya Pedurungan Semarang). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
3104324 _ Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (104kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3104324 _ Bab 1.pdf - Accepted Version

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3104324 _ Bab 2.pdf - Accepted Version

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3104324 _ Bab 3.pdf - Accepted Version

Download (67kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3104324 _ Bab 4.pdf - Accepted Version

Download (36kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3104324 _ Bab 5.pdf - Accepted Version

Download (22kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3104324 _ Bibliography.pdf - Bibliography

Download (21kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) pelaksanaan manajemen kurikulum di TK Budi Mulya Pedurungan Semarang. 2) problem apa saja yang ada di TK Budi Mulya Pedurungan. 3) Bagaimana menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam menerapkan manajemen kurikulum yang ada di TK Budi Mulya Pedurungan Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) dengan Teknik Analisis data yang digunakan adalah model analisis data interaksi, dalam hal ini analisis data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Setelah data terkumpul, tiga komponen analisis (reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan) berinteraksi. Hasil dari penelitian bahwa TK Budi Mulya Pedurungan Semarang telah melaksanakan manajemen Kurikulum dengan cukup lebih baik yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengendalian, dan evaluasi. Dalam perencanaan manajemen kurikulum melalui beberapa tahap, yaitu perencanaan tahunan dan semester, perencanaan mingguan, perencanaan Harian. Dalam merencanakan kurikulum suatu kurikulum untuk anak, seorang guru harus memilih tujuan, bagaimana mengorganisasi isi kurikulum (materi), memiliki bentuk pengalaman belajar bagi anak, bagaimana urutan pelajaran diberikan kemudian menentukan bagaimana melakukan penilaian terhadap hasil belajar anak dan program itu sendiri. Selain itu, dalam merencanakan kurikulum seorang guru harus mempunyai wawasan yang luas, tanggap dan kreatif agar anak tidak mudah bosan dengan kegiatan yang dirancang guru. Pengorganisasian yang dilakukan yaitu dengan pengorganisasian kelas maksudnya kelas diatur sedemikian rupa sehingga lebih banyak kegiatan dilaksanakan secara berkelompok (kecil) dan perorangan dari pada klasikal. Ruang belajar tidak perlu selalu di kelas. Kegiatan dapat dialakukan juga di halaman. Anak diperkenakan untuk memilih sendiri kegiatannya, sedangkan guru lebih banyak mengarahkan dan bertindak sebagai pendorong serta fasilitator. Penggeraan kurikulum ini tidak lepas dari guru dengan anak didik, guru selalu memberikan kesempatan pada anak untuk berbuat, dan semua kegiatan belajar dilaksanakan dengan bermain. Yang penting adalah mengusahakan agar anak tetap aktif, berbuat dan menemukan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan, minat dan kemampuannya. Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, setiap guru melaksanakannya berdasarkan perencanaan yang sudah ditetapkan. Dengan begitu, proses belajar mengajar pun akan terlaksana dengan baik. Pengendalian ini dimaksudkan agar segala sesuatu yang dilakukan dan yang akan dilakukan harus di kontrol, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik. Kaitannya dengan kurikulum, pengelolaanya harus disertai adanya pengontrolan yang baik dari pihak yang berkompeten. Sebagai salah satu jalan dalam rangka pengendalian pengelolaan kurikulum dibuat jadwal tugas untuk pengontrolan di dalam manajemen kurikulum mungkin bisa kepala sekolah langsung yang mengontrol. Evaluasi kurikulum dengan cara guru mengacu pada kemampuan yang hendak dicapai dalam suatu kegiatan yang direncanakan dalam tahap waktu tertentu dengan memperhatikan prinsip penilaian yang telah ditentukan. Penilaian dilakukan bersama-sama secara khusus membuat kegiatan untuk penilaian tetapi ketika kegiatan belajar dan bermain guru sekaligus melaksanakan penilaian. Sedangkan alat evaluasi yaitu pengamatan dan pencatatan anekdot, dan pemberian tugas Sebuah pengelolaan atau manajemen kurikulum tidak lepas dari hambatan-hambatan yang mempengaruhi pengelolaan manajemen kurikulum itu sendiri, dari hasil analisis penulis TK Budi Mulya dalam manajemen kurikulum mempunyai hambatan yaitu Sulitnya memahammi SKM untuk dijadikan SKH, Kurangan kreatifitas guru didalam pembelajaran, Perlu dukungan sarana yang memadahi, dan Menentukan evaluasi. Yang diberdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan dan bahan informasi bagi khazanah ilmu pengetahuan, serta masukan bagi civitas akademika dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan TK Se- Kota Semarang.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kurikulum; Pendidikan Anak Usia Dini
Subjects: 300 Social sciences > 370 Education > 372 Elementary education
300 Social sciences > 370 Education > 375 Curriculums
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Kependidikan Islam
Additional Information: Pembimbing: H. Mursid, M. Ag.; Hj. Lift Anis Ma’shumah, M. Ag.
Depositing User: Agus Sopan Hadi
Date Deposited: 08 Apr 2015 08:31
Last Modified: 08 Apr 2015 08:31
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3905

Actions (login required)

View Item View Item