Perbandingan analisis klaster k-means dan average linkage pada pengelompokkan kemiskinan di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2022

Alfarisi, Nabila Garisoh (2023) Perbandingan analisis klaster k-means dan average linkage pada pengelompokkan kemiskinan di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2022. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_1808046010_NABILA GARISOH ALFARISI_Lengkap] Text (Skripsi_1808046010_NABILA GARISOH ALFARISI_Lengkap)
Skripsi_1808046010_NABILA GARISOH ALFARISI_Lengkap.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Kemiskinan adalah keadaan saat ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakauan, tempat berlindung, pendidikan, dan Kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengelompokkan 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dan mengetahui gambaran karakteristik setiap klaster yang terbentuk berdasarkan data kemiskinan di Jawa Barat pada tahun 2022. Metode yang digunakan dalam pengelompokkan adalah K-means dan average linkage dengan menggunakan 4 variabel numerik. Penentuan metode terbaik dilakukan dengan menghitung silhouette coefficient. Adapun tahapan dalam penelitian ini yaitu: (1) mengumpulkan data, (2) menentukan variabel, (3) melakukan analisis deskriptif, (4) standarisasi data, (5) melakukan uji representative dan uji korelasi, (6) perhitungan jarak euclidean, (7) proses pengelompokkan metode K-means dan average linkage, (8) interpretasi hasil analisis, dan (9) menentukan metode terbaik. Hasil penelitian menunjukkan jumlah klaster optimal pada K-means sebanyak 3 klaster yang terdiri dari klaster 1 beranggotakan 8 kabupaten/kota dengan karakteristik pengeluaran perkapita dan garis kemiskinan tinggi, klaster 2 beranggotakan 14 kabupaten/kota dengan karakteristik kemiskinan sedang, dan klaster 3 beranggotakan 5 kabupaten/kota dengan karakteristik jumlah penduduk miskin dan jumlah penduduk miskin ekstrem tinggi. Untuk metode average linkage jumlah klaster optimal sebanyak 2 klaster yang terdiri dari klaster 1 beranggotakan 1 kabupaten/kota dengan karakteristik jumlah penduduk miskin dan jumlah penduduk miskin ekstrem tinggi dan klaster 2 beranggotakan 26 kabupaten/kota dengan karakteristik kemiskinan sedang. Metode terbaik pada penelitian ini adalah average linkage dengan nilai silhoette coefficient terbesar yaitu 0,6.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: K-means klaster; Average linkage; Kemiskinan
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 510 Mathematics > 511 General principles
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > 44201 - Matematika
Depositing User: Fahrurozi Fahrurozi
Date Deposited: 26 Aug 2025 03:04
Last Modified: 26 Aug 2025 03:04
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/27377

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics