Studi komparatif konsep gadai menurut Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid dan Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni serta relevansinya terhadap konsep pegadaian syariah kontemporer
Alkhusna, Millatuzzahro (2025) Studi komparatif konsep gadai menurut Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid dan Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni serta relevansinya terhadap konsep pegadaian syariah kontemporer. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2102036099_Millatuzzahro_Alkhusna.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Konsep gadai dalam Islam pada dasarnya adalah suatu bentuk transaksi di mana barang yang berharga diserahkan sebagai jaminan atas utang yang diberikan, dengan ketentuan barang tersebut harus dikembalikan jika utang tersebut dibayar penuh oleh peminjam. Gadai telah dibahas oleh berbagai ulama, termasuk Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid dan Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni memiliki pandangan yang berbeda dalam mejelaskan konsep gadai. Studi komparatif terhadap pemikiran kedua ulama ini menjadi penting untuk memahami perbedaan dan persamaann konsep gadai serta relevansinya terhadap praktik pegadaian syariah kontemporer. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Pertama, bagaimana persamaan dan perbedaan konsep gadai menurut Ibnu Rusyd dan Ibnu Qudamah? Kedua, bagaimana relevansinya pemikiran Ibnu Rusyd dan Ibnu Qudamah terhadap konsep pegadaian syariah kontemporer?
Jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian kualitatif yang bersifat studi pustaka (library research), dengan menggunakan metode pendekatan konsep (conceptual approach) dan pendekatan komparatif (comparative approach). Data primer yang digunakan dalam penilitian ini yakni buku terjemahan kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid dan Al-Mughni. Serta data sekunder yang menggunakan buku-buku, jurnal, skripsi, dan sumber data lainnya yang mendukung materi penelitian.
Penelitian ini menyimpulkan, pertama, Ibnu Rusyd dan Ibnu Qudamah sama-sama mengakui sahnya akad rahn dalam Islam, baik dilakukan saat safar maupun mukim. Sementara perbedaannya Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid lebih fleksibel seperti membolehkan barang yang belum ada secara fisik dijadikan jaminan. Sedangkan Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni mensyaratkan barang gadai harus jelas, nyata, dan dimiliki penuh oleh penggadai. Kedua, pemikiran Ibnu Qudamah lebih relevan sebagai landasan normatif dan operasional lembaga keuangan syariah. Ibnu Rusyd lebih signifikan dalam mendukung inovasi dan inklusi keuangan berbasis prinsip maqashid syariah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Gadai syariah; Ibnu Rusyd; Ibnu Qudamah; Studi komparatif |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 74234 - Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) |
| Depositing User: | Hizkia Chandra |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 02:02 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 02:02 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29309 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
