Proses berdirinya Kasunanan Kartasura : analisis historis dalam sudut pandang Ibnu Khaldun

Seftiana, Rizkiani Nur (2024) Proses berdirinya Kasunanan Kartasura : analisis historis dalam sudut pandang Ibnu Khaldun. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Tesis_2000018021_Rizkiani_Nur_Seftiana] Text (Tesis_2000018021_Rizkiani_Nur_Seftiana)
Tesis_2000018021_Rizkiani_Nur_Seftiana.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Berdirinya Kasunanan Kartasura salah satunya berkat bantuan masyarakat pesisisr Jawa dan para yang mengerahkan bala bantuan untuk Amangkurat II. Bantuan ini mencerminkan adanya ikatan antara Amangkurat II dengan masyarakat pesisisr serta para tumenggungnya. Ikatan dalam suatu kelompok dalam teori Ibnu Khaldun dikenal sebagai ‘aṣabiyah. ‘Aṣabiyah memiliki peranan penting bagi suatu daulah kerajaan atau pemerintahan. ‘Aṣabiyah kemudian menjadi faktor yang menentukan kuat atau lemahnya sebuah kerajaan dan sampai batas mana suatu kerajaan akan cepat mengalami kemunduran. Maka ‘aṣabiyah menjadi penting dalam perjuangan lahirnya Kasunanan Kartasura. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan ‘aṣabiyah apa yang ada dan bagaimana proses ‘aṣabiyah tersebut berlangsung di Kasunanan Kartasura.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kesejarahan (historical research). Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis sinkronik dan analisis diakronik. Temuan dalam penelitian ini, menyatakan bahwa dukungan dari para tumenggung dan masyarakat kadipaten pesisir Jawa serta dibalik hal itu ada campur tangan VOC yang bahkan menjadi sumbangsih terbesar kemenangan Amangkurat II dapat dipastikan tergolong dalam ‘aṣabiyah, yang berupa ‘aṣabiyah kekerabatan, ‘aṣabiyah kesetiaan, dan ‘aṣabiyah persekutuan.

Abstract
Kasunanan Kartasura was established through a regeneration process from the Islamic Mataram Kingdom, which had been destroyed by the rebellion led by Trunajaya. Its establishment was aided by the support of the tumenggung and coastal Javanese communities who gathered to support Amangkurat II. Solidarity within a group then becomes a separate discussion in Ibn Khaldun's theory known as asabiyyah. Asabiyyah plays an important role in a kingdom or government. It also becomes one of key factors in determining the strength or weakness of a kingdom and the extent to which it may decline. Therefore, asabiyyah was crucial in the birth of Kasunanan Kartasura.
This study is a library research, employing historical research methodology. Data analysis utilizes both synchronic and diachronic analysis. The findings of the study show that the support and solidarity from the tumenggung and coastal Javanese communities can be categorized as asabiyyah, under familial and loyalist asabiyyah. However, the success achieved was not only due to asabiyyah; behind it there was the intervention of the Dutch East India Company (VOC), which was the biggest contribution in Amangkurat II's victory.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kasunanan Kartasura; Ibnu Khaldun; Aṣabiyah
Subjects: 900 Geography and history > 950 General history of Asia Far East > 959 General history of Asia Southeast Asia > 959.8 Sejarah Indonesia
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2) > 86131 - Manajemen Pendidikan Islam (S2)
Depositing User: Alvito Praba N.
Date Deposited: 10 Feb 2026 02:40
Last Modified: 10 Feb 2026 02:40
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29324

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics